Konsol

Acer Predator Atlas 7 Resmi Meluncur, Handheld Gaming 7 Inci dengan Baterai 80 Wh

88
×

Acer Predator Atlas 7 Resmi Meluncur, Handheld Gaming 7 Inci dengan Baterai 80 Wh

Sebarkan artikel ini
Acer Predator Atlas 7 Resmi Meluncur, Handheld Gaming 7 Inci dengan Baterai 80 Wh

Tabengan.com – Acer Predator Atlas 7 resmi diperkenalkan sebagai handheld gaming terbaru yang mengusung layar 7 inci dan dirancang untuk menghadirkan pengalaman bermain game secara portabel. Perangkat dengan kode model PA07-I51 ini diperkenalkan Acer dalam konferensi pers global next@acer yang berlangsung di Berlin, Jerman, bersama sejumlah inovasi perangkat lainnya.

Acer Predator Atlas 7 ditujukan bagi pengguna yang menginginkan perangkat gaming dengan mobilitas tinggi tanpa meninggalkan performa khas lini Predator. Perangkat ini menjalankan sistem operasi Windows 11 dan mengandalkan prosesor Intel Arc G3 Extreme serta GPU Intel Arc B390 untuk mendukung kebutuhan gaming.

Selain perangkat keras, Acer juga memberikan dukungan langganan Xbox Game Pass. Melalui layanan tersebut, pengguna dapat mengakses ratusan judul game berdasarkan katalog dan ketersediaan layanan yang berlaku.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian pada perangkat gaming portabel adalah sistem pendinginan. Acer membekali Predator Atlas 7 dengan konfigurasi dua kipas untuk membantu menjaga temperatur ketika perangkat digunakan dalam sesi gaming dengan beban kerja tinggi.

Kipas utama menggunakan Predator AeroBlade berbahan logam yang memiliki 89 bilah dengan ketebalan 0,1 mm. Menurut Acer, rancangan tersebut mampu meningkatkan aliran udara hingga 10 persen. Kipas kedua menggunakan material plastik dan bekerja bersama AeroBlade untuk membantu membuang panas dari dalam perangkat.

Sistem pendinginan tersebut juga mengadopsi teknologi Vortex Flow. Teknologi ini memanfaatkan saluran internal dengan rancangan bersudut untuk membantu mengarahkan udara panas keluar dari sasis secara lebih efisien. Dengan pendekatan tersebut, Acer berupaya mempertahankan performa perangkat ketika digunakan untuk bermain game dalam durasi panjang.

Untuk menunjang mobilitas, Predator Atlas 7 dibekali baterai dengan kapasitas hingga 80 Wh. Kapasitas baterai tersebut menjadi salah satu bagian dari rancangan handheld gaming ini agar dapat digunakan saat bepergian tanpa harus terus-menerus terhubung ke sumber listrik.

Dari sisi desain, Acer memperhatikan aspek ergonomi melalui pegangan yang mengikuti kontur tangan. Area sandaran telapak tangan juga dibuat lebih luas untuk memberikan dukungan ketika perangkat digunakan dalam waktu lama. Tombol yang dibuat tersembunyi serta tekstur anti-slip turut diterapkan untuk membantu menjaga kestabilan genggaman.

Kontrol permainan pada Predator Atlas 7 juga mendapat perhatian. Joystick perangkat ini tersedia dengan opsi teknologi tunneling magnetoresistance atau TMR. Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan tingkat presisi yang lebih tinggi, sekaligus mendukung pengoperasian tanpa dead zone dan kemampuan anti-drift.

Sementara itu, Hall-effect analog triggers memungkinkan tombol pemicu mendeteksi variasi tekanan. Mekanisme tersebut dapat dimanfaatkan dalam game yang membutuhkan input analog, sehingga pengguna dapat memperoleh kontrol yang lebih sesuai dengan mekanisme permainan.

Acer turut menyematkan pembaca sidik jari pada tombol daya. Fitur biometrik tersebut mendukung autentikasi Windows Hello, sehingga pengguna dapat melakukan proses masuk ke perangkat menggunakan sidik jari.

Beranjak ke bagian layar, Predator Atlas 7 menggunakan panel sentuh Full HD berukuran 7 inci dengan refresh rate hingga 120Hz. Layar tersebut memiliki tingkat kecerahan maksimal 500 nits dan mendukung Variable Refresh Rate (VRR). Dengan rasio aspek 16:9, layar dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang sesuai dengan kebutuhan gaming.

Dukungan VRR memungkinkan refresh rate menyesuaikan keluaran grafis secara dinamis. Teknologi tersebut dapat membantu mengurangi gangguan visual dan menghasilkan tampilan yang lebih mulus ketika terjadi perubahan frame rate selama permainan.

Panel layar juga mendapatkan perlindungan Corning Gorilla Glass Victus dengan permukaan DXC. Lapisan tersebut dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap goresan sekaligus membantu mengurangi pantulan cahaya. Acer bahkan menyediakan pelindung layar tempered glass dalam paket penjualan.

Sebagai perangkat dengan layar sentuh, panel Predator Atlas 7 mendukung multi-touch hingga 10 titik. Fitur tersebut memberikan opsi interaksi tambahan selain menggunakan kontrol fisik yang tersedia pada perangkat.

Untuk konektivitas, Acer Predator Atlas 7 memiliki dua port Thunderbolt 4. Konektor tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan docking dengan bandwidth tinggi, menghubungkan layar eksternal, maupun menyambungkan berbagai aksesori tambahan.

Perangkat juga menyediakan slot microSD UHS-II yang memungkinkan pengguna memperluas kapasitas penyimpanan secara eksternal. Untuk koneksi nirkabel, Acer mengandalkan Intel Killer Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4.

Pengguna dapat mengatur berbagai aspek perangkat melalui aplikasi PredatorSense. Aplikasi ini menyediakan pemantauan sistem secara real-time, pilihan mode performa, pengaturan pencahayaan RGB, hingga konfigurasi gameplay. Sejumlah fungsi tersebut juga dapat diakses melalui satu tombol untuk mempermudah pengaturan saat bermain.

Pada sektor audio, perangkat ini memiliki dua speaker dengan daya masing-masing 2 watt dan dukungan DTS:X Ultra. Acer merancang sistem tersebut untuk menghasilkan detail serta kedalaman suara selama pengguna bermain game atau menikmati konten multimedia.

Untuk kebutuhan komunikasi, Predator Atlas 7 dilengkapi dua mikrofon. Sistem tersebut menggunakan teknologi Acer PurifiedVoice berbasis AI yang dirancang untuk membantu mengurangi kebisingan ketika pengguna melakukan komunikasi suara.

Selain Predator Atlas 7, Acer dalam ajang yang sama memperkenalkan Project DualPlay Mini. Perangkat konsep ini memiliki ukuran layar 8 inci dan membawa pendekatan berbeda dengan menggabungkan fungsi handheld gaming dan perangkat produktivitas mobile.

Project DualPlay Mini menawarkan dua konfigurasi kontrol untuk kebutuhan gaming. Salah satunya berupa keyboard fisik dengan lampu latar yang dirancang menyerupai pengalaman menggunakan laptop gaming tradisional. Konfigurasi tersebut dapat digunakan untuk berbagai genre, termasuk first-person shooter yang membutuhkan kontrol keyboard dan mouse.

Ketika digunakan untuk produktivitas, perangkat konsep tersebut dapat berfungsi sebagai perangkat kerja mobile dan terhubung ke layar eksternal. Acer merancang mekanisme flip-and-swivel agar perangkat dapat berpindah antara mode genggam dan mode laptop mini.

Project DualPlay Mini juga membawa elemen desain untuk memperingati 50 tahun Acer. Pada bagian penutup belakang terdapat tulisan “Acer 50 since 1976” yang ditampilkan menggunakan kode Morse sebagai bagian dari desain perangkat.

Untuk sistem pendinginan, Project DualPlay Mini yang didukung Intel mengadopsi arsitektur dua kipas seperti yang digunakan pada Predator Atlas. Konfigurasinya terdiri dari kipas logam Predator AeroBlade dengan bilah yang lebih tipis dan satu kipas berbahan plastik.

Berbeda dari Predator Atlas 7 yang telah diperkenalkan sebagai produk, Project DualPlay Mini masih berstatus konsep. Acer memperkenalkan perangkat tersebut sebagai eksplorasi desain untuk menggabungkan kebutuhan gaming dan produktivitas dalam satu perangkat portabel.

Predator Atlas 7 dan Project DualPlay Mini diperkenalkan Acer dalam ajang next@acer di Berlin, Jerman. Untuk pasar Indonesia, Acer menyatakan spesifikasi, harga, dan ketersediaan perangkat dapat berbeda berdasarkan kawasan. Informasi mengenai kehadiran produk tersebut di Indonesia dapat dipantau melalui situs resmi Acer Indonesia.