Tabengan.com – Poco kembali mempertegas posisinya di segmen smartphone entry-level dengan meluncurkan dua perangkat terbarunya, Poco C81 dan Poco C81X, pada April 2026. Kehadiran duo ponsel ini menegaskan strategi perusahaan dalam menggarap pasar pengguna pemula hingga konsumen dengan kebutuhan dasar, terutama di negara berkembang seperti India dan kawasan Asia Tenggara.
Peluncuran Poco C81 dan C81X menjadi bagian dari langkah ekspansi lini produk Poco di kelas bawah yang selama ini dikenal memiliki volume penjualan tinggi, meskipun dengan margin keuntungan yang relatif tipis dibandingkan segmen menengah dan premium.
Fokus Layar Besar untuk Konsumsi Konten
Salah satu daya tarik utama dari Poco C81 dan C81X terletak pada penggunaan layar berukuran besar yang dirancang untuk menunjang aktivitas konsumsi konten. Kedua perangkat mengusung panel LCD, pilihan yang umum di kelas entry-level karena mampu menekan biaya produksi tanpa mengorbankan fungsi utama.
Layar luas ini dinilai cukup ideal untuk berbagai aktivitas harian seperti menonton video, berselancar di media sosial, hingga membaca konten digital. Meskipun belum mengadopsi teknologi layar premium seperti AMOLED atau refresh rate tinggi, konfigurasi ini tetap relevan untuk kebutuhan pengguna di segmen harga terjangkau.
Dalam lanskap pasar saat ini, ukuran layar menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan pembelian, terutama bagi pengguna yang mengandalkan smartphone sebagai perangkat utama untuk hiburan.
Baterai Besar Jadi Nilai Jual Utama
Selain layar, Poco juga menekankan kapasitas baterai sebagai keunggulan utama. Poco C81 dan C81X dibekali baterai berkapasitas besar yang dirancang untuk penggunaan sepanjang hari.
Di segmen entry-level, daya tahan baterai merupakan salah satu pertimbangan utama. Pengguna pada kategori ini cenderung membutuhkan perangkat yang dapat digunakan dalam durasi panjang tanpa sering mengisi ulang daya, terutama untuk aktivitas komunikasi, streaming, dan penggunaan aplikasi ringan.
Pendekatan ini sejalan dengan tren industri, di mana produsen berlomba menghadirkan baterai besar sebagai diferensiasi di kelas harga terjangkau.
Performa Cukup untuk Kebutuhan Harian
Pada sektor performa, Poco C81 dan C81X mengandalkan chipset kelas entry-level yang difokuskan pada efisiensi daya dan kestabilan sistem. Konfigurasi ini memungkinkan perangkat menjalankan berbagai aplikasi dasar seperti browser, media sosial, hingga aplikasi pesan instan tanpa kendala berarti.
Namun, perangkat ini memang tidak ditujukan untuk kebutuhan berat seperti gaming dengan grafis tinggi atau multitasking intensif. Strategi ini cukup lazim di segmen entry-level, di mana keseimbangan antara harga dan performa menjadi prioritas utama.
Optimalisasi sistem operasi berbasis Android juga menjadi faktor penting. Poco menyematkan antarmuka khasnya yang telah disesuaikan agar tetap ringan dan responsif meskipun dijalankan pada perangkat dengan spesifikasi terbatas.
Kamera Sederhana dengan Dukungan AI
Dari sisi fotografi, Poco C81 dan C81X mengusung konfigurasi kamera yang sederhana namun fungsional. Kamera utama dirancang untuk kebutuhan dokumentasi sehari-hari, seperti mengambil foto momen pribadi atau kebutuhan media sosial.
Fitur tambahan seperti AI scene detection turut disematkan untuk membantu pengguna mendapatkan hasil foto yang lebih optimal secara otomatis. Teknologi ini bekerja dengan mengenali objek dan kondisi pencahayaan, kemudian menyesuaikan parameter kamera secara real-time.
Meski tidak menawarkan fitur fotografi canggih seperti yang ditemukan pada smartphone kelas menengah ke atas, pendekatan ini dinilai cukup untuk target pasar yang disasar.
Perbedaan C81 dan C81X Terletak pada Memori
Secara umum, Poco C81 dan C81X hadir dengan desain dan spesifikasi yang hampir identik. Perbedaan utama di antara keduanya terletak pada konfigurasi RAM dan kapasitas penyimpanan internal.
Strategi diferensiasi ini memungkinkan Poco menjangkau lebih banyak segmen konsumen dengan menawarkan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Model dengan kapasitas memori lebih besar biasanya ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan lebih luas atau performa multitasking yang sedikit lebih baik.
Pendekatan ini sudah menjadi praktik umum di industri smartphone, khususnya pada segmen entry-level.
Strategi Poco Perkuat Pasar Entry-Level
Peluncuran Poco C81 dan C81X juga mencerminkan strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat portofolio produknya. Sebagai sub-brand dari Xiaomi, Poco dikenal konsisten menghadirkan perangkat dengan kombinasi harga kompetitif dan spesifikasi yang seimbang.
Segmen entry-level sendiri tetap menjadi pasar yang krusial, terutama di negara berkembang. Tingginya permintaan dari pengguna baru, pelajar, hingga konsumen yang membutuhkan perangkat kedua menjadikan kategori ini sebagai penyumbang volume penjualan terbesar secara global.
Meski margin keuntungan lebih kecil, skala pasar yang luas membuat segmen ini tetap menarik bagi produsen.
Potensi Masuk ke Indonesia
Saat ini, Poco C81 dan C81X baru dipasarkan di India. Namun, peluang kehadiran di pasar lain, termasuk Indonesia, tetap terbuka lebar.
Jika melihat pola distribusi sebelumnya, Poco kerap membawa perangkat entry-level ke wilayah Asia dan Afrika yang memiliki karakteristik pasar serupa. Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar potensial dengan permintaan tinggi di segmen harga terjangkau.
Kilas Balik Seri C Poco di Indonesia
Di Indonesia, Poco telah lebih dulu menghadirkan sejumlah perangkat dari seri C, seperti Poco C40, Poco C50, Poco C51, dan Poco C55. Lini produk ini secara konsisten mengusung konsep serupa, yakni layar besar, baterai tahan lama, dan harga yang kompetitif.
Poco C40 sempat menjadi sorotan berkat kapasitas baterainya yang besar di kelasnya. Sementara itu, Poco C51 dan C55 hadir dengan peningkatan pada desain, kamera, serta optimalisasi performa untuk penggunaan harian.
Keberhasilan seri C di pasar domestik menunjukkan bahwa strategi Poco dalam menyasar segmen entry-level cukup efektif.
Segmen Entry-Level Masih Mendominasi Pasar
Data dari berbagai lembaga riset seperti IDC dan Canalys menunjukkan bahwa segmen entry-level masih menjadi kontributor utama dalam volume penjualan smartphone global, khususnya di negara berkembang.
Harga yang terjangkau, kebutuhan dasar yang terpenuhi, serta daya tahan perangkat menjadi faktor utama yang mendorong permintaan di kategori ini tetap tinggi.
Dengan kehadiran Poco C81 dan C81X, persaingan di segmen entry-level diperkirakan akan semakin ketat. Konsumen pun diuntungkan dengan semakin banyaknya pilihan perangkat yang menawarkan keseimbangan antara harga dan fungsi.










