Tabengan.com – XLSmart Terapkan Zero Waste di Ultraverse Festival 2025 sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social and Governance (ESG) yang terintegrasi dalam operasional perusahaan. Festival yang digelar serentak di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar pada Februari 2026 ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan peluncuran layanan XL Ultra 5G+, tetapi juga panggung implementasi pengelolaan sampah berkelanjutan berskala besar.
Sekitar 25.000 penonton menghadiri rangkaian acara tersebut. Di balik kemeriahan konser, perusahaan mencatat pengalihan 1.754 kilogram sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 6.600 kilogram CO₂e.
Angka tersebut bukan sekadar statistik. Pengurangan 6,6 ton CO₂e setara dengan sekitar 700.000 kali pengisian daya smartphone atau perjalanan kendaraan berbahan bakar bensin sejauh 33.000 hingga 40.000 kilometer.
Integrasi ESG dalam Event Skala Besar
Langkah XLSmart Terapkan Zero Waste di Ultraverse Festival 2025 menegaskan bahwa agenda keberlanjutan bukan hanya program tambahan, melainkan fondasi strategi bisnis.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyatakan bahwa penerapan Zero Waste to Landfill dan Responsible Waste Management dirancang agar terukur serta dapat direplikasi pada penyelenggaraan berikutnya.
Setiap kegiatan berskala besar, menurutnya, kini diproyeksikan dengan parameter dampak lingkungan yang jelas. Dengan pendekatan ini, festival tidak lagi dipandang sebagai sumber limbah sementara, melainkan sebagai ruang edukasi dan praktik ekonomi sirkular.
Rekam Jejak Zero Waste
Implementasi Zero Waste bukan pertama kali dijalankan perusahaan. Pada AXIS Nation Cup 2025, XLSmart mencatat pengumpulan 4.200 kilogram sampah sepanjang acara berlangsung.
Pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk memperluas standar pengelolaan di Ultraverse Festival. Pendekatan yang diambil kini lebih komprehensif, mencakup pengurangan dari sumber, pemilahan terstruktur, pemanfaatan ulang, daur ulang, hingga konversi residu menjadi energi.
Jakarta: Zero Waste to Landfill Bersama Waste4Change
Di Jakarta, XLSmart menggandeng Waste4Change untuk menerapkan konsep Zero Waste to Landfill. Model ini memastikan hampir seluruh timbulan sampah tidak berakhir di TPA.
Strategi yang dilakukan meliputi:
-
Pengurangan sampah sejak tahap perencanaan
-
Pemilahan sampah terpisah berdasarkan jenis
-
Pemanfaatan kembali material yang layak guna
-
Daur ulang material bernilai
-
Pengolahan residu menjadi energi
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada tahap akhir, tetapi sejak perencanaan acara.
Surabaya: Reduce Waste to Landfill
Berbeda dengan Jakarta, pendekatan di Surabaya mengusung konsep Reduce Waste to Landfill. Fokusnya pada pengurangan volume sampah sejak awal.
Optimalisasi pemilahan dan peningkatan praktik guna ulang menjadi prioritas. Konsep ini juga mendorong dukungan terhadap ekonomi sirkular, di mana material tidak langsung dibuang, melainkan diproses kembali dalam rantai nilai baru.
Denpasar: Fokus Food Waste Management
Di Denpasar atau Bali, pengelolaan difokuskan pada limbah makanan melalui skema Food Waste Management.
XLSmart memonitor pengelolaan limbah yang dilakukan oleh ATLAS sebagai venue, yang bermitra dengan Z Bio. Limbah makanan yang telah dipilah diolah menjadi pakan ternak dan pupuk organik.
Produk hasil pengolahan kemudian disalurkan kepada petani lokal di Bali. Skema ini memperlihatkan praktik ekonomi sirkular yang tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian.
Co-founder Z Bio, Fredric Tanuwijoyo, menjelaskan bahwa limbah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi emisi metana kini diubah menjadi produk bernilai guna.
Dampak Lingkungan yang Terukur
Secara keseluruhan, XLSmart Terapkan Zero Waste di Ultraverse Festival 2025 dengan hasil pengalihan 1.754 kilogram sampah dari TPA.
Dalam konteks industri event, angka tersebut signifikan. Sebuah acara berskala besar umumnya dapat menghasilkan hingga 12.500 kilogram sampah dalam durasi setengah hari.
Manager Marketing Communication & Partnership Waste4Change, Pandu Priyambodo, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah pionir di sektor telekomunikasi. Ia menyatakan pengurangan 6,6 ton CO₂ setara dengan menumbuhkan lebih dari 300 pohon selama satu tahun.
Standar Baru Industri Telekomunikasi
Penerapan Zero Waste secara serentak di tiga kota memperlihatkan upaya standarisasi praktik berkelanjutan.
Dalam konteks industri telekomunikasi nasional, langkah XLSmart ini dapat menjadi referensi penyelenggaraan event yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Selain memperkenalkan XL Ultra 5G+, festival ini sekaligus memperkuat citra perusahaan sebagai entitas yang tidak hanya fokus pada konektivitas, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan.
ESG sebagai Strategi Jangka Panjang
XLSmart Terapkan Zero Waste di Ultraverse Festival 2025 sebagai bagian dari strategi ESG jangka panjang.
Integrasi keberlanjutan dalam operasional menunjukkan pergeseran paradigma korporasi, dari sekadar kepatuhan regulasi menuju model bisnis berorientasi tanggung jawab lingkungan.
Dengan meningkatnya ekspektasi publik terhadap praktik ramah lingkungan, pendekatan berbasis pemilahan dari sumber dan kolaborasi lintas mitra menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan.
Kesimpulan
XLSmart Terapkan Zero Waste di Ultraverse Festival 2025 dengan pengalihan 1,7 ton sampah dan penurunan 6,6 ton emisi CO₂e.
Melalui kolaborasi dengan Waste4Change dan Z Bio, perusahaan menerapkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar.
Langkah ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan event berskala besar dapat dilakukan dengan standar keberlanjutan terukur. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap tanggung jawab lingkungan, praktik ini berpotensi menjadi model baru bagi industri telekomunikasi dan sektor hiburan nasional.






