Tabengan.com – Narasi bahwa hard disk drive (HDD) akan segera “punah” kembali dipatahkan. Hard Disk 100TB Western Digital kini tengah disiapkan melalui lompatan teknologi besar yang menargetkan performa mendekati solid state drive (SSD), tanpa mengorbankan keunggulan utama HDD: biaya per terabyte yang jauh lebih ekonomis.
Western Digital (WD) mengumumkan dua inovasi kunci yang menjadi fondasi pengembangan ini, yakni High Bandwidth Drive dan Dual Pivot Actuator. Keduanya dirancang untuk menjawab kelemahan klasik HDD—kecepatan—yang selama ini membuatnya kalah pamor dari SSD QLC, terutama di lingkungan data center AI berskala besar.
High Bandwidth Drive: HDD Tak Lagi Sekuensial
Selama puluhan tahun, HDD bekerja dengan pola sekuensial: satu kepala membaca satu lintasan data dalam satu waktu. Melalui teknologi High Bandwidth Drive, WD mengubah pendekatan tersebut. Banyak kepala baca kini dapat bekerja secara paralel di beberapa lintasan sekaligus.
Ibarat gerbang tol yang diperbanyak, desain ini melipatgandakan bandwidth input/output. WD mengklaim skalabilitas throughput bisa mencapai hingga 8 kali lipat dibanding HDD konvensional. Prototipe awal bahkan telah dikirimkan ke pelanggan terpilih untuk proses validasi performa di dunia nyata.
Bagi Western Digital HDD generasi baru, ini berarti akses data yang jauh lebih cepat tanpa harus beralih ke media flash sepenuhnya.
Dual Pivot Actuator: Performa Naik Tanpa Pangkas Kapasitas
Inovasi kedua adalah Dual Pivot Actuator, pendekatan baru yang berbeda dari desain dual-actuator lama. Alih-alih membagi drive menjadi dua bagian yang sering memaksa kompromi kapasitas, WD menggunakan dua lengan independen dengan poros (pivot) terpisah.
Sistem ini memungkinkan proses baca dan tulis dibagi secara cerdas ke dua rakitan mekanik, menghasilkan peningkatan performa sekitar 2 kali lipat dari HDD tercepat saat ini. Ketika dikombinasikan dengan High Bandwidth Drive, total peningkatan bandwidth I/O bisa mencapai 4 kali lipat.
Hasil akhirnya adalah HDD 100TB berukuran 3,5 inci yang menjanjikan kecepatan akses mendekati SSD, namun tetap mempertahankan keunggulan hard disk kapasitas besar dari sisi biaya.
Efisiensi Daya untuk Gudang Data AI
WD tidak hanya mengejar kecepatan mentah. Perusahaan juga memperkenalkan lini Power-Optimized HDD yang dirancang khusus untuk menyimpan cold data—data yang jarang diakses, tetapi harus tersedia cepat untuk kebutuhan analitik dan pelatihan AI.
Drive ini diposisikan di antara HDD konvensional dan tape storage, dengan konsumsi daya sekitar 20% lebih rendah. Bagi operator penyimpanan data AI, pendekatan ini sangat krusial untuk menekan biaya operasional tanpa mengorbankan aksesibilitas.
HDD vs SSD: Peran yang Kian Spesifik
Perkembangan Hard Disk 100TB Western Digital menegaskan bahwa perdebatan HDD vs SSD tidak lagi soal siapa yang “menang”, melainkan siapa yang paling tepat untuk skenario tertentu. SSD tetap unggul untuk latensi ultra-rendah dan beban kerja transaksional, sementara HDD generasi baru ini mengisi kebutuhan kapasitas masif dengan performa yang semakin kompetitif.
Dengan target komersialisasi sekitar 2028, WD berambisi mengurangi ketergantungan pusat data pada SSD QLC yang mahal untuk penyimpanan skala besar. Jika terealisasi sesuai klaim, lanskap infrastruktur data global bisa berubah signifikan.
Dampaknya bagi Pengguna Umum
Meski fokus awalnya adalah HDD untuk data center AI, dampak tidak langsungnya akan terasa hingga pengguna rumahan. Kapasitas besar dengan performa lebih tinggi membuka peluang penyimpanan ekonomis untuk koleksi konten 8K, arsip kreator, hingga perpustakaan gim yang terus membengkak.
Singkatnya, HDD belum mati—ia berevolusi. Dengan Hard Disk 100TB Western Digital, piringan magnetik menunjukkan bahwa masa depan penyimpanan tidak harus hitam-putih antara HDD dan SSD, melainkan kolaborasi cerdas yang memaksimalkan keunggulan masing-masing.


