Berita

Green Data Center Telkom Jadi Senjata Baru Hadapi Ledakan AI dan Cloud

186
×

Green Data Center Telkom Jadi Senjata Baru Hadapi Ledakan AI dan Cloud

Sebarkan artikel ini
Green Data Center Telkom Jadi Senjata Baru Hadapi Ledakan AI dan Cloud

Tabengan.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat posisinya di industri infrastruktur digital nasional melalui pengembangan green data center. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan cloud computing, artificial intelligence (AI), dan transformasi digital, Green Data Center Telkom kini menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam memperluas bisnis digital berkelanjutan.

Strategi Green Data Center Telkom tidak hanya diarahkan untuk memperbesar kapasitas penyimpanan data, tetapi juga memastikan operasional pusat data berjalan menggunakan energi rendah karbon. Langkah ini menjadi penting karena industri data center global saat ini menghadapi tantangan besar terkait konsumsi listrik dan emisi karbon.

Green Data Center Telkom hadir sebagai jawaban atas kebutuhan industri digital modern yang menuntut efisiensi energi sekaligus keberlanjutan lingkungan. TelkomGroup melihat bahwa masa depan bisnis digital tidak hanya bergantung pada konektivitas dan kapasitas server, tetapi juga pada kemampuan perusahaan menyediakan infrastruktur ramah lingkungan.

Seiring pertumbuhan teknologi AI yang semakin masif, kebutuhan data center melonjak tajam. Teknologi AI membutuhkan daya komputasi besar sehingga memerlukan pusat data dengan pasokan listrik stabil dan efisien. Karena itu, Green Data Center Telkom diproyeksikan menjadi fondasi penting dalam mendukung ekosistem digital Indonesia di masa depan.

Green Data Center Telkom Gandeng PGN

Untuk memperkuat pengembangan energi hijau, Green Data Center Telkom menggandeng PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Kolaborasi tersebut bertujuan mengintegrasikan infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon. Dalam kerja sama ini, Telkom menyediakan ekosistem digital dan data center, sedangkan PGN menghadirkan pasokan energi hijau berbasis biomethane.

Biomethane yang digunakan dalam proyek Green Data Center Telkom berasal dari pengolahan limbah minyak kelapa sawit di wilayah Sumatra. Pemanfaatan limbah sawit menjadi energi alternatif dinilai mampu mendukung target transisi energi nasional sekaligus menekan emisi karbon industri digital.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan bahwa Green Data Center Telkom membutuhkan dukungan energi bersih agar mampu bersaing di tingkat regional.

Menurut Dian, pengembangan Green Data Center Telkom merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan digital nasional sekaligus mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.

“Kolaborasi ini mendukung kesiapan energi yang bersih dan efisien untuk pengembangan data center yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan mendorong Indonesia sebagai regional digital hub,” ujar Dian.

Kerja sama Green Data Center Telkom dengan PGN mencakup studi bersama hingga implementasi energi hijau di berbagai fasilitas data center TelkomGroup, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Lima Lokasi Strategis Green Data Center Telkom

Saat ini Green Data Center Telkom dipersiapkan di sejumlah wilayah strategis Indonesia. Ada lima lokasi utama yang menjadi fokus pengembangan, yakni Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya.

Kelima wilayah tersebut telah terhubung dengan jaringan pipa gas milik PGN sehingga mempermudah implementasi energi rendah karbon untuk operasional Green Data Center Telkom.

Cikarang menjadi salah satu kawasan paling penting karena berkembang menjadi pusat hyperscale data center nasional. Banyak perusahaan teknologi global mulai membangun layanan cloud di kawasan tersebut.

Batam juga memiliki peran strategis dalam pengembangan Green Data Center Telkom karena lokasinya dekat dengan Singapura yang dikenal sebagai pusat data digital Asia Tenggara.

Sementara Serpong, Sentul, dan Surabaya diproyeksikan menjadi tulang punggung layanan enterprise data center dan edge computing yang mendukung kebutuhan industri digital nasional.

Dengan pengembangan di lima wilayah tersebut, Green Data Center Telkom diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital baru di kawasan regional.

Green Data Center Telkom Diperkuat NeutraDC

Pengembangan Green Data Center Telkom banyak dilakukan melalui NeutraDC yang merupakan entitas bisnis data center milik TelkomGroup.

Saat ini NeutraDC mengelola berbagai fasilitas hyperscale data center, enterprise data center, hingga edge data center yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

Pendapatan Green Data Center Telkom berasal dari dua hyperscale data center di Cikarang dan Singapura, tiga enterprise data center di Serpong, Surabaya, dan Sentul, serta dua co-location data center di Singapura.

Selain itu, Green Data Center Telkom juga didukung 28 edge data center NeuCentrIX yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Kehadiran edge data center penting untuk menghadirkan layanan cloud dan data dengan latensi rendah.

Di era AI dan Internet of Things (IoT), kebutuhan edge data center semakin meningkat karena layanan digital membutuhkan kecepatan akses tinggi dan stabil.

Karena itu, Green Data Center Telkom tidak hanya fokus pada kapasitas besar, tetapi juga mendekatkan layanan digital ke pengguna akhir.

Green Data Center Telkom dan Tantangan AI

Ledakan penggunaan AI menjadi salah satu alasan utama Telkom mempercepat pengembangan green data center. Teknologi AI generatif membutuhkan infrastruktur komputasi besar yang otomatis meningkatkan konsumsi energi pusat data.

Secara global, banyak operator pusat data mulai beralih menggunakan energi hijau demi menjaga efisiensi operasional jangka panjang. Green Data Center Telkom menjadi bagian dari tren global tersebut.

Konsep AI-ready infrastructure kini menjadi standar baru industri data center. Green Data Center Telkom dipersiapkan agar mampu mendukung kebutuhan AI dengan efisiensi energi yang lebih baik.

Pusat data berbasis AI membutuhkan pendingin modern, jaringan ultra cepat, serta pasokan listrik stabil selama 24 jam penuh. Tanpa dukungan energi ramah lingkungan, biaya operasional data center dapat meningkat sangat tinggi.

Karena itu, Green Data Center Telkom tidak hanya berfungsi sebagai pusat penyimpanan data, tetapi juga menjadi infrastruktur strategis untuk mendukung ekonomi digital Indonesia di masa depan.

Green Data Center Telkom Gandeng Mitra Global

Selain bekerja sama dengan PGN, Green Data Center Telkom juga diperkuat melalui kolaborasi global bersama Sembcorp Development Ltd.

Kerja sama tersebut dilakukan melalui NeutraDC dan difokuskan pada pengembangan solusi digital berbasis energi rendah karbon.

Kolaborasi internasional ini menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem Green Data Center Telkom di tingkat regional. Fokus kerja sama mencakup integrasi infrastruktur digital, layanan energi berkelanjutan, hingga pengembangan solusi enterprise.

Melalui strategi tersebut, Green Data Center Telkom diharapkan mampu bersaing dengan pusat data regional lain seperti Singapura dan Malaysia.

Telkom juga ingin memperkuat posisinya sebagai pemain utama infrastruktur digital Asia Tenggara melalui pengembangan green digital infrastructure.

Bisnis Green Data Center Telkom Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis Green Data Center Telkom kini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Pada tahun 2025, pendapatan segmen B2B Infrastructure Telkom mencapai Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang bisnis data center dan ekspansi jaringan fiber.

Kinerja positif tersebut menunjukkan permintaan layanan data center terus meningkat di tengah transformasi digital berbagai sektor industri.

Green Data Center Telkom juga diproyeksikan menjadi bisnis jangka panjang dengan potensi pertumbuhan sangat besar, terutama karena kebutuhan cloud computing dan AI diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Indonesia sendiri memiliki peluang besar menjadi pusat data digital Asia Tenggara karena memiliki pasar internet terbesar di kawasan. Dengan dukungan energi hijau, Green Data Center Telkom berpotensi menarik lebih banyak investasi global.

Selain meningkatkan pendapatan perusahaan, pengembangan Green Data Center Telkom juga mendukung target pemerintah dalam membangun ekonomi digital berkelanjutan.

Di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat, Green Data Center Telkom kini bukan hanya proyek teknologi semata. Infrastruktur ini telah berubah menjadi senjata strategis untuk menghadapi ledakan AI, cloud computing, dan kebutuhan transformasi digital masa depan.