Tabengan.com – DJI kembali menggebrak pasar perangkat imaging portabel dengan meluncurkan Osmo Pocket 4 di Indonesia. Produk terbaru ini resmi diperkenalkan pada Jumat, 17 April 2026, dan langsung menyasar segmen kreator konten yang membutuhkan kualitas visual profesional dalam perangkat ringkas. Mengusung sensor CMOS 1 inci serta kemampuan perekaman video hingga 4K pada 240 frame per detik (fps), Osmo Pocket 4 menjadi salah satu kamera gimbal saku paling ambisius yang pernah dirilis DJI.
Melalui distributor resminya, Erajaya Active Lifestyle, DJI menegaskan posisi Osmo Pocket 4 sebagai standar baru dalam kategori kamera portabel. Perangkat ini tidak hanya menawarkan peningkatan spesifikasi, tetapi juga integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin matang untuk menunjang kebutuhan produksi konten modern—mulai dari vlogging, sinematografi ringan, hingga dokumentasi profesional di lapangan.
Sensor 1 Inci, Lompatan Besar di Kelas Kamera Saku
Salah satu pembaruan paling mencolok pada Osmo Pocket 4 adalah penggunaan sensor CMOS berukuran 1 inci. Ini merupakan peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya yang umumnya masih menggunakan sensor lebih kecil. Sensor yang lebih besar memungkinkan penangkapan cahaya yang lebih optimal, sehingga menghasilkan gambar dengan detail lebih tajam, noise lebih rendah, dan performa unggul dalam kondisi minim cahaya.
Kemampuan ini diperkuat dengan dukungan dynamic range hingga 14 stops. Dalam praktiknya, fitur tersebut memungkinkan kamera menangkap detail di area terang dan gelap secara bersamaan tanpa kehilangan informasi visual. Bagi kreator yang sering bekerja di kondisi kontras tinggi—misalnya saat merekam pemandangan outdoor dengan pencahayaan ekstrem—fitur ini menjadi krusial.
Tak hanya itu, DJI juga menyematkan profil warna 10-bit D-Log. Format ini memberikan fleksibilitas lebih luas dalam proses color grading di tahap pascaproduksi. Hasilnya, video yang direkam dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan tampilan sinematik dengan gradasi warna yang kaya dan presisi tinggi.
Rekam Video 4K 240fps, Slow Motion Lebih Halus
Osmo Pocket 4 mampu merekam video hingga resolusi 4K dengan frame rate mencapai 240fps. Spesifikasi ini membuka peluang eksplorasi visual yang lebih luas, khususnya untuk pembuatan konten slow-motion berkualitas tinggi. Gerakan cepat dapat diabadikan dengan detail yang tetap terjaga, menghasilkan efek dramatis yang sebelumnya hanya bisa dicapai dengan kamera kelas profesional.
Dengan kombinasi resolusi tinggi dan frame rate ekstrem, perangkat ini menjadi pilihan menarik bagi kreator olahraga, travel vlogger, hingga filmmaker independen yang ingin menghadirkan visual dinamis tanpa harus membawa peralatan besar.
Stabilisasi Tiga Sumbu dan Lensa f/2.0
Sebagai kamera gimbal saku, stabilisasi tetap menjadi tulang punggung Osmo Pocket 4. DJI mempertahankan sistem three-axis stabilization yang telah menjadi ciri khas lini Osmo. Teknologi ini memastikan hasil video tetap stabil, bahkan saat pengguna bergerak aktif seperti berjalan cepat atau berlari.
Di sisi optik, kamera ini dibekali lensa dengan aperture f/2.0. Bukaan yang cukup lebar ini memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke sensor, sekaligus membantu menghasilkan efek depth of field yang natural. Untuk perekaman wajah, hasilnya terlihat pada reproduksi warna kulit yang lebih akurat dan tidak berlebihan.
DJI juga menambahkan fitur zoom lossless hingga 2x melalui tombol khusus. Pengguna dapat melakukan pembesaran tanpa penurunan kualitas gambar yang signifikan, memberikan fleksibilitas tambahan dalam framing.
ActiveTrack 7.0 dan Fitur AI yang Lebih Cerdas
Peningkatan besar lainnya terletak pada sektor kecerdasan buatan. Osmo Pocket 4 kini dibekali teknologi ActiveTrack 7.0 yang memungkinkan pelacakan subjek secara lebih presisi. Sistem ini mampu mempertahankan fokus pada objek, bahkan di tengah keramaian atau saat subjek bergerak cepat.
Fitur tambahan seperti Subject Lock Tracking dan Registered Subject Priority semakin memperkuat kemampuan ini. Kamera dapat mengenali wajah tertentu dan memprioritaskannya dalam komposisi gambar. Ini sangat berguna untuk kebutuhan vlog atau dokumentasi personal, di mana subjek utama harus selalu berada dalam frame.
Kemudahan penggunaan juga ditingkatkan melalui Gesture Control. Pengguna cukup menunjukkan telapak tangan untuk mengaktifkan pelacakan, atau membuat gestur tertentu seperti simbol “V” untuk mulai merekam. Pendekatan ini mempercepat proses produksi, terutama saat bekerja tanpa kru.
Desain Ringkas, Respons Cepat
Dari sisi desain, Osmo Pocket 4 tetap mempertahankan bentuk kompak yang menjadi daya tarik utama lini ini. Namun, DJI menyempurnakan aspek ergonomi dan kecepatan operasional. Salah satu fitur praktis adalah mekanisme putar layar untuk menyalakan perangkat secara instan—tanpa perlu menekan tombol tambahan.
Perangkat ini juga dilengkapi joystick 5D yang memungkinkan kontrol arah gimbal secara presisi. Navigasi menu dan pengaturan kamera terasa lebih intuitif, bahkan bagi pengguna baru.
Untuk penyimpanan, DJI menyematkan memori internal sebesar 107GB dengan kecepatan transfer hingga 800MB/s. Kapasitas ini cukup besar untuk merekam video berkualitas tinggi tanpa harus sering memindahkan file.
Baterai Tahan Lama dan Fast Charging
Osmo Pocket 4 menawarkan daya tahan baterai hingga 240 menit penggunaan. Ini menjadi nilai tambah bagi kreator yang sering melakukan pengambilan gambar dalam durasi panjang.
Teknologi fast charging juga menjadi sorotan. DJI mengklaim baterai dapat terisi hingga 80 persen hanya dalam waktu 18 menit. Dalam skenario produksi yang serba cepat, kemampuan ini jelas memberikan efisiensi signifikan.
Dukungan Audio Profesional Tanpa Ribet
Tidak hanya visual, DJI juga meningkatkan sektor audio. Osmo Pocket 4 kini kompatibel langsung dengan ekosistem OsmoAudio, termasuk DJI Mic 2, Mic 3, dan Mic Mini.
Keunggulan utamanya adalah konektivitas langsung tanpa memerlukan receiver tambahan. Ini menyederhanakan setup sekaligus mengurangi jumlah perangkat yang harus dibawa. Dukungan perekaman hingga 4-channel memungkinkan pengguna menangkap audio dari beberapa sumber sekaligus—ideal untuk wawancara, vlog, maupun produksi konten lapangan.
Pernyataan Resmi Erajaya
CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, menilai Osmo Pocket 4 sebagai evolusi yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini. Ia menekankan bahwa kreator modern membutuhkan perangkat yang tidak hanya canggih, tetapi juga praktis digunakan dalam berbagai kondisi.
Menurutnya, kehadiran produk ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan inovasi yang mampu mendorong standar baru dalam pengalaman kreatif di Indonesia.
Harga dan Ketersediaan di Indonesia
Di pasar Indonesia, DJI Osmo Pocket 4 hadir dalam dua varian paket:
- Standard Combo dibanderol Rp8.100.000
Paket ini mencakup unit kamera, penjepit gimbal, gagang ulir, dan tas portabel. - Creator Combo dijual seharga Rp10.300.000
Varian ini dilengkapi aksesori tambahan seperti lensa sudut lebar, DJI Mic 3, lampu fill light magnetis, dan tripod mini.
Masa pre-order telah dibuka sejak 16 April dan berlangsung hingga 29 April 2026 melalui jaringan distribusi resmi Erajaya, termasuk DJI Experience Store, Urban Republic, Erafone, dan iBox. Penjualan juga tersedia secara daring melalui marketplace resmi.
Produk ini dijadwalkan mulai tersedia secara luas pada 30 April 2026.
Menjawab Kebutuhan Kreator Masa Kini
Peluncuran Osmo Pocket 4 menegaskan arah industri kamera portabel yang semakin mengarah pada integrasi antara kualitas profesional dan kemudahan penggunaan. DJI tampak memahami bahwa kreator saat ini membutuhkan perangkat serba bisa: ringkas, cepat, namun tetap mampu menghasilkan output kelas tinggi.
Dengan kombinasi sensor besar, kemampuan video ekstrem, fitur AI canggih, serta dukungan audio profesional, Osmo Pocket 4 tidak sekadar menjadi upgrade, tetapi redefinisi dari kamera gimbal saku.
Bagi kreator konten, perangkat ini bukan hanya alat, melainkan partner produksi yang siap digunakan kapan saja—tanpa kompromi besar pada kualitas. Jika tren ini berlanjut, batas antara kamera profesional dan perangkat portabel akan semakin tipis. Dan DJI, sekali lagi, berada di garis depan perubahan tersebut.


