Berita

Saham Mayoritas NeutraDC Masuk Opsi Divestasi, Apa Dampaknya bagi Telkom?

252
×

Saham Mayoritas NeutraDC Masuk Opsi Divestasi, Apa Dampaknya bagi Telkom?

Sebarkan artikel ini
Saham Mayoritas NeutraDC Masuk Opsi Divestasi, Apa Dampaknya bagi Telkom?

Tabengan.com – Isu saham mayoritas NeutraDC kembali mencuat setelah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dikabarkan menghidupkan lagi rencana divestasi pada lini bisnis pusat data miliknya. Meski belum ada keputusan final, manajemen Telkom menegaskan bahwa setiap langkah strategis akan mengacu pada kerangka transformasi perusahaan, TLKM 30.

VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko menyampaikan bahwa opsi terkait saham mayoritas NeutraDC merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat fokus bisnis dan melakukan unlocking value pada infrastruktur digital.

Langkah tersebut, menurutnya, sejalan dengan arah transformasi jangka panjang perusahaan dalam menghadapi dinamika industri digital yang terus berkembang.

Bagian dari Strategi TLKM 30

Pembahasan mengenai saham mayoritas NeutraDC tidak bisa dilepaskan dari strategi TLKM 30, yaitu kerangka transformasi Telkom untuk meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.

Dalam beberapa tahun terakhir, Telkom melakukan reposisi bisnis dari operator telekomunikasi konvensional menjadi penyedia infrastruktur dan ekosistem digital. Divestasi sebagian aset dinilai sebagai salah satu cara untuk mengoptimalkan portofolio dan memperkuat struktur keuangan.

NeutraDC sendiri merupakan anak usaha Telkom yang bergerak di bidang pengelolaan pusat data serta penyedia solusi AI, cloud, dan big data di Asia Tenggara.

Target Valuasi Triliunan Rupiah

Kabar mengenai saham mayoritas NeutraDC pertama kali diungkap oleh sumber anonim kepada Bloomberg. Disebutkan bahwa Telkom tengah bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk mengeksplorasi potensi penjualan saham mayoritas di unit bisnis tersebut.

Valuasi yang dibidik berkisar antara US$1 miliar hingga US$1,5 miliar atau sekitar Rp14,84 triliun hingga Rp25,3 triliun dengan asumsi kurs Rp16.844 per dolar AS.

Meski demikian, sumber tersebut juga menyebutkan pembahasan masih berlangsung dan belum ada kepastian transaksi.

Ekspansi Tetap Berjalan

Di tengah isu saham mayoritas NeutraDC, Telkom menegaskan bahwa NeutraDC tetap fokus menjalankan strategi ekspansi secara disiplin dan terukur.

Saat ini, NeutraDC mengoperasikan 29 pusat data, termasuk satu fasilitas hyperscale di Jakarta yang melayani kebutuhan hyperscaler global dan enterprise domestik.

Perusahaan juga memperkuat peran sebagai digital ecosystem hub dan AI enabler, sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan komputasi awan dan analitik data di kawasan.

Pengembangan kapasitas, kemitraan strategis, serta optimalisasi aset terus dilakukan guna menjawab lonjakan permintaan infrastruktur digital.

Mengapa Data Center Menarik?

Aset data center menjadi incaran investor global karena dinilai memiliki arus kas stabil dan prospek jangka panjang cerah. Pertumbuhan AI, cloud computing, dan ekonomi digital mendorong kebutuhan ruang server dan daya komputasi yang masif.

Dalam konteks ini, saham mayoritas NeutraDC dipandang sebagai aset strategis bernilai tinggi.

Jika divestasi terealisasi, Telkom berpotensi memperoleh dana segar untuk mempercepat transformasi digital, memperkuat neraca, atau mengalokasikan investasi ke lini bisnis lain yang memiliki margin lebih tinggi.

Risiko dan Peluang

Namun, divestasi saham mayoritas NeutraDC juga menimbulkan pertanyaan mengenai kontrol strategis dan arah pengembangan jangka panjang.

Apakah Telkom akan tetap mempertahankan kendali operasional? Atau membuka peluang kemitraan strategis dengan investor global?

Keputusan tersebut akan menentukan dampak terhadap struktur bisnis dan posisi Telkom di sektor infrastruktur digital nasional.

Sinyal Reposisi Bisnis

Isu saham mayoritas NeutraDC mencerminkan dinamika perusahaan BUMN teknologi dalam menyesuaikan diri dengan perubahan lanskap industri.

Transformasi bukan hanya soal ekspansi, tetapi juga optimalisasi aset dan penguatan struktur modal.

Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait struktur transaksi maupun jadwal realisasi.

Yang jelas, saham mayoritas NeutraDC kini berada dalam radar strategi korporasi Telkom—dan langkah selanjutnya akan menjadi penentu arah bisnis perusahaan di tengah persaingan infrastruktur digital yang semakin ketat.