Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Kelangkaan RAM Global Diprediksi Bertahan hingga Akhir 2027, Harga Gadget Terancam Naik

303
×

Kelangkaan RAM Global Diprediksi Bertahan hingga Akhir 2027, Harga Gadget Terancam Naik

Sebarkan artikel ini
Kelangkaan RAM Global Diprediksi Bertahan hingga Akhir 2027, Harga Gadget Terancam Naik
Example 468x60

Tabengan.com – Kelangkaan RAM global yang saat ini menekan pasokan komponen elektronik diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir 2027. Krisis memori ini tidak hanya memengaruhi industri smartphone dan laptop, tetapi juga pasar SSD serta ekosistem perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) secara keseluruhan.

Fenomena yang kerap dijuluki RAMpocalypse tersebut mencerminkan ketimpangan tajam antara lonjakan permintaan dan keterbatasan pasokan chip memori seperti DRAM dan NAND flash. Dampaknya berpotensi terasa langsung pada harga gadget, termasuk di pasar Indonesia.

Example 300x600

Permintaan AI Picu Ketidakseimbangan Pasokan

Menurut laporan industri semikonduktor terbaru, permintaan memori global melonjak tajam seiring ekspansi pusat data, komputasi awan, dan sistem AI generatif. Produsen chip memori kini lebih memprioritaskan produksi memori berperforma tinggi untuk server dan data center dibandingkan DRAM yang digunakan pada smartphone dan PC konsumen.

Situasi ini membuat kelangkaan RAM global semakin sulit diredam dalam jangka pendek, meski investasi besar sudah mulai digelontorkan.

Micron Technologies, salah satu produsen memori terbesar dunia, mengumumkan rencana investasi sekitar USD 24 miliar atau setara Rp360 triliun untuk membangun fasilitas produksi baru di Singapura. Namun, fasilitas tersebut baru diperkirakan mulai memproduksi wafer pada paruh kedua 2028, sehingga tidak akan berdampak signifikan pada pasokan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Pabrik Baru Belum Mengejar Permintaan

Selain Micron, Samsung dan SK Hynix juga mempercepat pembangunan pabrik baru. SK Hynix, misalnya, mulai mempercepat proyek fasilitas produksinya di Yongin, Korea Selatan, bahkan beberapa tahap disebut dimajukan dari jadwal awal.

Meski demikian, analis menilai pertumbuhan kapasitas produksi chip memori masih tertinggal jauh dibanding lonjakan permintaan global. Proses pembangunan hingga optimalisasi pabrik semikonduktor membutuhkan waktu panjang, mulai dari konstruksi hingga produksi massal yang stabil.

Selama kapasitas baru belum beroperasi penuh, kelangkaan RAM global diprediksi tetap menekan pasar dan menjaga harga memori di level tinggi.

RAMpocalypse dan Lonjakan Harga

Istilah RAMpocalypse muncul untuk menggambarkan krisis memori akibat perubahan prioritas industri chip global. Laporan pasar menunjukkan harga DRAM sempat melonjak hingga lebih dari 170% dalam periode tertentu sepanjang 2025.

Secara spesifik, biaya komponen smartphone tercatat meningkat hingga 25% pada akhir 2025, seiring naiknya harga DRAM dan NAND. Tren kenaikan harga ini diperkirakan masih berlanjut memasuki 2026 dan berpotensi bertahan hingga 2027.

Kondisi ini membuat produsen perangkat berada dalam dilema antara menyerap kenaikan biaya atau meneruskannya kepada konsumen.

Dampak Luas ke Industri Gadget

Kelangkaan RAM dan memori diprediksi membawa dampak berantai ke industri elektronik konsumen, antara lain:

Harga smartphone dan laptop berpotensi naik akibat mahalnya komponen memori.

Segmen menengah dan entry-level paling rentan terdampak karena ruang margin yang terbatas.

Harga SSD, terutama berkapasitas besar, juga terancam naik seiring tekanan pada pasokan NAND flash.

Beberapa analis bahkan mulai memperingatkan potensi “SSD apocalypse”, yakni kondisi di mana kelangkaan NAND membuat harga penyimpanan melonjak tajam akibat fokus produksi pada kebutuhan AI dan data center.

Implikasi bagi Konsumen Indonesia

Bagi konsumen dan penggemar gadget di Indonesia, kelangkaan RAM global membawa sejumlah implikasi praktis. Harga perangkat diperkirakan masih akan berada di level tinggi pada 2026–2027, sehingga waktu pembelian menjadi faktor penting.

Konsumen disarankan mempertimbangkan kapasitas RAM dan memori internal yang lebih besar saat membeli perangkat baru, agar lebih tahan terhadap siklus harga tinggi di masa mendatang.

Di sisi lain, produsen diperkirakan akan semakin agresif menawarkan konfigurasi memori yang lebih tinggi pada model premium, sementara opsi terjangkau bisa semakin terbatas.

Krisis Struktural Industri Semikonduktor

Krisis RAMpocalypse mencerminkan tekanan struktural di industri semikonduktor global. Permintaan memori berperforma tinggi terus tumbuh seiring pesatnya adopsi AI dan layanan data intensif, sementara kapasitas produksi baru membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk benar-benar beroperasi optimal.

Dengan kondisi tersebut, kelangkaan RAM global diperkirakan baru akan mereda secara bertahap menjelang akhir 2027, atau bahkan lebih lama jika pertumbuhan permintaan terus melampaui ekspansi kapasitas produksi.

Dampaknya akan terus terasa pada harga smartphone, laptop, dan SSD dalam beberapa tahun ke depan—sebuah pengingat bahwa di era AI, memori kini menjadi komoditas strategis, bukan sekadar komponen pelengkap.

Example 300250
Contoh Iklan
Contoh Iklan