Berita

RAM Makin Mahal, Ini Dampaknya ke Pasar Laptop Indonesia

242
×

RAM Makin Mahal, Ini Dampaknya ke Pasar Laptop Indonesia

Sebarkan artikel ini
RAM Makin Mahal, Ini Dampaknya ke Pasar Laptop Indonesia

Tabengan.com – Masalah kelangkaan chip global belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan, tekanan pasokan diperkirakan akan berlangsung dalam jangka panjang dan mulai berdampak langsung pada harga laptop di Indonesia.

Kenaikan harga komponen, khususnya chip memori (RAM), membuat produsen perangkat elektronik tak lagi memiliki banyak ruang untuk menahan harga jual. Sejumlah merek kini bersiap melakukan penyesuaian harga, termasuk Asus.

Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia, Brama Setyadi, mengonfirmasi adanya kebijakan penyesuaian harga akibat dinamika rantai pasok global.

“Sehubungan dengan dinamika rantai pasok komponen global, Asus akan melakukan penyesuaian harga pada produk laptop yang dipasarkan di Indonesia,” ujar Brama, Kamis (15/1/2026).

Penyesuaian Harga Berlaku Merata

Menurut Brama, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan serta mempertahankan kualitas produk bagi konsumen.

Penyesuaian harga tidak hanya berlaku untuk segmen tertentu, melainkan merata di seluruh lini laptop Asus, baik kelas entry-level, mainstream, hingga premium. Artinya, dampak kenaikan harga akan dirasakan secara menyeluruh oleh pasar.

Asus memastikan penyesuaian harga tersebut mulai berlaku pada kuartal pertama 2026.

Chip Memori Langka Akibat Ledakan AI

Kelangkaan chip memori terjadi seiring lonjakan permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Chip yang dibutuhkan untuk AI berbeda dengan chip konvensional yang digunakan pada laptop dan perangkat konsumen lainnya.

Produsen semikonduktor global kini lebih memprioritaskan produksi high bandwidth memory (HBM) dan chip kelas tinggi untuk server AI, dibandingkan chip memori standar untuk laptop dan PC.

Akibatnya, pasokan chip konvensional semakin terbatas dan harga meroket. Kondisi ini memaksa produsen perangkat elektronik berada di persimpangan sulit: menaikkan harga jual, atau menahan harga dengan risiko spesifikasi tidak meningkat pada produk generasi baru.

Harga RAM Diprediksi Terus Naik hingga 2027

Tekanan harga diperkirakan belum akan berhenti dalam waktu dekat. Analis dari Morningstar dan JP Morgan memperkirakan tren kenaikan harga komponen, termasuk RAM, akan berlanjut setidaknya hingga 2027.

Menurut proyeksi mereka, produsen perangkat elektronik kemungkinan harus menaikkan harga jual antara 5 hingga 20 persen untuk menjaga margin dan keberlanjutan bisnis.

Firma riset TrendForce bahkan mencatat harga rata-rata DRAM, termasuk chip HBM, melonjak 50–55 persen pada kuartal IV 2025 dibandingkan periode sebelumnya.

Kapasitas Produsen Sudah Penuh

Dua raksasa memori dunia, Samsung dan SK Hynix, mengungkapkan bahwa pesanan chip memori untuk 2026 telah melampaui kapasitas produksi.

Samsung sendiri dilaporkan telah menaikkan beberapa harga chip memori hingga 60 persen. Dalam laporan kinerja perusahaan pada Oktober 2025, eksekutif Samsung Kim Jae-june menegaskan bahwa tekanan permintaan masih sangat tinggi.

“Permintaan server terkait AI terus bertumbuh dan melebihi suplai industri,” ujarnya.

Konsumen Perlu Bersiap

Dengan kombinasi kelangkaan chip, lonjakan permintaan AI, dan penyesuaian harga dari produsen, pasar laptop Indonesia diperkirakan akan semakin mahal sepanjang 2026.

Konsumen yang berencana membeli laptop dalam waktu dekat kemungkinan akan dihadapkan pada dua pilihan: membayar lebih mahal, atau menerima spesifikasi yang relatif stagnan. Dalam situasi ini, timing pembelian dan pemilihan produk akan menjadi faktor krusial bagi konsumen di Tanah Air.