Ginjal Melayang

67
ginjal melayang
Ilustrasi

MICHIGAN/tabengan.com – Organ tubuh manusia diciptakan berada para posisinya masing-masing. Namun apa jadinya jika seseorang mengeluh salah satu organ internalnya jatuh atau menggelinding sendiri di dalam tubuhnya?

Seorang wanita yang hanya diketahui berasal dari Michigan mengeluhkan ada yang ‘menggelinding’ dalam tubuhnya, terutama saat bangun selepas berbaring. Hal ini sudah terjadi selama enam tahun.

Wanita berusia 28 tahun itu juga mengaku perut kanannya sering terasa nyeri saat berdiri dan membaik saat ia merebahkan badannya.

Ternyata sesuatu yang dikira ‘bola’ di dalam tubuhnya itu ternyata adalah ginjal kanannya. Oleh dokter, wanita ini disebut mengidap suatu kondisi bernama ‘nephroptosis’ atau ‘ginjal melayang’.

“Pada orang yang mengalaminya, ginjalnya memang bisa jatuh ke panggulnya saat ia berdiri,” terang Dr Akshay Sood, ahli urologi dari Henry Ford Hospital, Detroit yang menangani wanita ini seperti dilaporkan Livescience.

Bahkan secara rinci Dr Sood menyebutkan bahwa ginjal si pasien jatuh sejauh 6 cm ke bawah.

Dr Sood menjelaskan fenomena ini dapat terjadi karena yang bersangkutan tak punya lemak di tubuhnya. Jadi ginjal selama ini ditopang oleh banyak lemak di sekitarnya, namun pada wanita yang terlalu kurus, lemak yang ada tak cukup untuk menopang organ tersebut. Itulah sebabnya ketika berdiri, organ itu terjatuh ke bawah karena pengaruh gravitasi.

Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan ureter, pembuluh yang mengantarkan urine ke kandung kemih menjadi melengkung. Gara-gara ini, urine yang dikeluarkan tidak sampai tuntas dan kembali ke ginjal lalu menumpuk disana. Pada akhirnya ginjal akan membengkak dan terasa sakit.

Diakui Dr Sood, kondisi ini kerap tak terlihat karena CT scan dilakukan dalam keadaan berbaring. Saat si pasien mengandung, rasa sakitnya juga hilang karena kandungannya membantu menopang ginjalnya. “Lalu scan dilakukan saat pasien berdiri, barulah kami memastikan itu ‘ginjal melayang’,” tambahnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim dokter harus melakukan tindakan bedah yang disebut ‘nephropexy’, di mana dokter membuat sayatan kecil di perut lalu menjahitkannya ke kapsul yang membungkus ginjal. Dengan begitu ginjal ini terikat ke perut dan tidak jatuh-jatuh lagi. “Sejak saat itu, pasien tidak pernah mengeluh nyeri lagi,” tutup Dr Sood.d-com

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here