Ratusan Warga Pangkoh Keracunan Makanan

76
keracunan masal di pulang pisau
Sebagian dari warga Desa Garantung Kecamatan Maliku Kabupaten Pulpis yang menjadi korban dugaan keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di RSUD Pulpis, Senin (16/4). TABENGAN/AGERSON NAMANG

PULANG PISAU/tabengan.com – Ratusan warga Desa Garantung atau Pangkoh VI, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) dilarikan ke RSUD Pulpis. Mereka diduga keracunan makanan saat mengikuti kampanye dialogis pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Pulpis, H Idham Amur-H Ahmad Jayadikarta, Minggu (15/4) sore.

Beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang disuguhkan, mereka mengaku mengalami mual, muntah, diare dan sakit perut, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulpis yang juga merangkap Plt Direktur RSUD Pulpis, Muliyanto Budihardjo saat dikonfirmasi wartawan, Senin (16/4) membenarkan kejadian tersebut.

Dikatakan Muliyanto, ada sekitar 130 orang warga yang dirawat di RSUD dan di Puskesmas Maliku. Saat ini kondisi para korban sudah stabil, bahkan sebagian sudah diizinkan untuk pulang dan menjalani rawat jalan.

Saat ditanyakan penyebab pasti dugaan keracunan makanan yang dialami warga tersebut, Muliyanto belum berani berkomentar. Akan tetapi pihaknya bersama Polres Pulpis sudah mengambil sampel sisa makanan berupa nasi beserta lauk-pauk yang sebelumnya dikonsumsi warga untuk dilakukan uji lab.

“Kita masih menunggu hasil lab di BPOM Palangka Raya. Nanti akan ketahuan apakah makanan ada tercemar bakteri atau bagaimana,” terangnya.

Terpisah, H Idham Amur kepada wartawan saat mengunjungi para korban di RSUD Pulpis mengatakan, dirinya tidak menduga bakal ada kejadian seperti itu.

Menurut Idham, pihaknya mempercayakan kepada masyarakat sekitar untuk menyediakan makan dan minuman bagi simpatisan yang mengikuti kegiatan kampanye di Desa Garantung. Dia juga mengatakan tetap berpikiran positif dan saat ini fokus membantu penyembuhan para korban.

“Makanan kemarin masak di sana, ada telur masak merah. Kami tidak berpikir macam-macam dulu. Fokus ke penyembuhan korban saja dulu,” ungkapnya.

Idham mengaku prihatin dan sebagai bentuk tanggung jawab, biaya pengobatan semua korban akan ditanggung.

“Kejadian ini tentunya sangat kita sayangkan sampai terjadi. Memang saat itu kita usai melakukan kampanye, seperti biasa menikmati konsumsi yang sudah disiapkan. Tidak menyangka juga sampai terjadi kejadian ini, sampai saya juga kena, namun tidak terlalu parah, yang parah sopir saya,” kata Idham, kemarin. c-ger

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here