Jangan Sampai Orangutan Jadi Dinosaurus

52
orangutan

BUNTOK/tabengan.com – Kapolres Barsel Eka Syarif Nugraha Husein SIK mengatakan, seminar sehari tentang perlindungan orangutan oleh Polres Barsel merupakan bentuk keprihatinannya atas keberadaan orangutan.

Eka mengatakan, seminar ini berawal dari kejadian di Kabupaten Barito Selatan beberapa waktu lalu, di mana salah satu warga di aliran Sungai Barito membunuh seekor ibu orangutan, sehingga menyebabkan pelaku dihukum, karena orangutan itu merupakan hewan yang dilindungi.

Di masa datang, kejadian seperti itu mungkin akan terulang, karena pertumbuhan ekonomi di Barsel sehingga orangutan Kalimantan terus berkurang. “Karena itu kami megajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk melestarikan habitat hewan yang ada, termasuk orangutan dan jangan sampai nantinya orangutan itu dianggap dinosaurus yang hanya berupa cerita saja,” tegas Eka dalam sambutannya pada pembukaan seminar sehari di Jaro Pirarahan Buntok, Kamis (12/4).

Orang nomor di jajaran Polres Barsel itu juga mengatakan, orangutan Kalimantan merupakan satwa andemik yang tersisa sangat minim di hutan Kalimantan. Bahkan terancam punah.

Kualitas dan luas habitat orangutan Kalimantan saat ini diduga terus turun karena maraknya aktivitas konservasi hutan menjadi areal perkebunan, pertanian, dan pemukiman masyarakat yang sebagian besar penduduknya bertani.

Untuk itu upaya konservasinya menjadi sangat penting, karena sebaran populasinya terus terfragmentasi pada luasan habitat yang sempit seperti pada kawasan konservasi. Segala upaya sebaiknya terus menerus ditempuh untuk melestarikan orangutan melalui tindakan yang nyata, bijaksana dan rasional.

Sementara itu Bupati Barsel H Eddy Raya Samsuri mengharapkan intansi terkait bisa memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat terkait hutan lindung. Begitu juga kepada Borneo Orangutan Survival (BOS) memberikan edukasi kepada masyarakat masalah orangutan ini.

Diharapkan seminar sehari ini dapat membantu masyarakat di Kabupaten Barsel serta mengajak para pihak swasta atau investor perkebunan dan batu bara untuk lebih memperhatikan habitat orangutan ini.

Ketua Panitia Seminar Orangutan Nyoya Eka Syarif dalam laporannya mengatakan, seminar ini digelar karena rasa kepedulian dan perhatian dari ibu-ibu Kemala Bhayangkara Polres Barsel terhadap keberadaan orangutan di Barsel ini.

Orangutan termasuk satwa yang dilindungi negara dan dunia, untuk itu sangat penting bagi semua untuk mengetahui cara melindungi dan melestarikan orangutan tersebut. c-dan

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here