BKSDA Kesulitan Tangkap Buaya Ganepo

58
pasang perangkap buaya
Petugas memasang perangkap buaya di Desa Ganepo, beberapa waktu lalu. TABENGAN/ARBIT SAFARI

SAMPIT/tabengan.com – Meski sudah beberapa hari petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit memasang perangkap buaya di perairan Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, namun hingga Rabu (11/4), belum ada tanda-tanda buaya di perairan Desa Ganepo ada yang tertangkap.

“Masih belum ada perkembangan, belum ada (buaya) yang berhasil tertangkap. Rencananya besok (hari ini) ke Ganepo, sekalian menghadiri undangan Ditpolair,” terang Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah saat dikonfirmasi Tabengan, kemarin.

Pemasangan perangkap buaya di Desa Ganepo ini sudah dilakukan beberapa kali oleh BKSDA Pos Sampit. Pertama saat ada serangan buaya pada Maret 2018 lalu. Saat itu seorang ibu rumah tangga diserang buaya saat mencuci di lanting. Pemasangan perangkap dengan umpan seekor itik dilakukan di dekat lokasi serangan. Namun tidak membuahkan hasil.

Kemudian saat terjadi serangan buaya pada awal April 2018 ini, menimpa seorang pemuda di Dusun Lemiring Desa Ganepo, petugas BKSDA Pos Sampit memasang kembali dua buah perangkap buaya. Namun umpan di perangkap sempat hilang diduga disambar buaya, tetapi tidak ada buaya yang berhasil ditangkap.

Keberadaan buaya di sekitar perairan Desa Ganepo memang cukup meresahkan warga setempat. Pasalnya, sudah banyak kasus serangan buaya yang menimpa warga di desa ini.

Ada dua kawasan yang rawan serangan buaya di Desa Ganepo ini. Pertama di perairan Sungai Lemiring, kemudian yang kedua di perairan sekitar dermaga penyeberangan Desa Ganepo di tepian Sungai Mentaya. Di dua kawasan ini buaya kerap menampakkan diri. Meski kerap muncul, namun buaya-buaya ini sangat sulit ditangkap. c-arb

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.