Dewan Ajak Cegah Paham Radikalisme

43
harmonisasi antar sesama lingkup publik kalteng
Tampak DR P Lantas Sinaga ketika berfoto dengan masyarakat di daerah belum lama ini dalam upaya mempersatukan harmonisasi antar sesama lingkup publik Kalteng. tabengan/didin

Tabengan.com – Di dunia, paham radikalisme sudah sangat merajalela. Di Indonesia, hal ini tidak asing lagi. Sudah banyak kasus dan kejadian, yang melibatkan paham itu. Bahkan, disangkut pautkan dengan Suku, Ras, Agama, dan Antar Golongan(Sara). Di Kalteng, persoalan itu sangat jarang terjadi. Pencegahannya bisa, melalui berbagai macam konsep. Salah satu unsur yang ikut menyuarakan, pencegahan itu adalah wakil rakyat.

Dewan tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, dan menyampaikannya ke jajaran pemerintah. Namun juga punya hak bicara seperti imbauan, kritikan, ajakan, dan lainnya.

Legislator Fraksi PDI-P ini ikut andil dalam menyuarakan, paham anti radikalisme. Dirinya mengajak masyarakat untuk jeli dan bersama-sama mencegah paham tersebut.

“Kita sebagai masyarakat yang beragam, harus bisa mengantisipasi hal-hal negatif yang bisa saja berbau teroris,” ujar Dr P Lantas Sinaga, kepada Tabengan, belum lama ini.

Khususnya di Provinsi Kalteng, yang memiliki kerukunan dan persatuan kokoh. Menurut wakil rakyat dari Komisi A ini, masyarakat dan pemerintah punya andil untuk pencegahan itu.

Harus ada langkah-langkah konkret, agar tidak masuk ke Bumi Tambun Bungai.

Dikatakannya, yang perlu ditingkatkan adalah kewaspadaan apabila ada paham radikal yang ingin memecah belah persatuan serta kesatuan. Persoalan teroris juga harus dicegah sejak dini agar tidak mengganggu keamanan masyarakat.

Dirinya mencontohkan, di sejumlah negara di belahan dunia, aksi paham radikal dan teroris sudah kerap kali terjadi. Bahkan, sangat mengganggu ketentraman masyarakat sebut saja aksi teror, bom bunuh diri, atau penembakan.

Berkaca dari hal ini, harus ada deteksi dini, dan pengawasan terkait potensi uang ada. Kemudian yang harus dipertegas, ujarnya, penciptaan kekacauan atau anarkhisme, dalam bentuk terror apapun, tidak dibenarkan dalam ajaran agama.

Apapun agamanya, jelas saja mengajarkan kebaikan, bukan merusak, membunuh, menghancurkan, atau hal negatif lainnya. “Tidak ada agama yang mengajarkan seseorang berbuat jahat kepada orang lain, “ ucapnya.

Justru oknum yang menyebarkan kejahatan dan kekacauan, adalah musuh bersama masyarakat. Pasalnya, masyarakat di wilayah ini cinta damai, hormat-menghormati, dan rukun bersama.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat, baik ormas, alim ulama, pendeta, kaum cendikiawan dan sebagainya agar terus memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Selama ini, ucapnya, Kalteng adalah wilayah yang damai dan kondusif. Jangan sampai ada oknum-oknum yang ingin merusak kedamaian itu.

Kemudian masyarakat sendiri, jangan sampai terhasut. Jadilah orang yang bijaksana, dan menyaring segala informasi. “Harus cerdas dan bijak, dalam menanggapi segala persoalan,” ujarnya mengakhiri. didin rakhmadin

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here