19 Tahun Eksis, Kalaweit 99,1 FM Berhenti Mengudara

TABENGAN/DIDIN KALAWEIT FM- Kantor dan Stasiun Radio Kalaweit FM 99,1, yang merupakan radio terkemuka di Kalteng menyatakan diri per 1 Juni 2022 berhenti mengudara. Inset: Founder/CEO Kalaweit Chanee.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM-Di masanya stasiun radio ini digemari, bahkan menjadi salah satu ikon remaja di Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangka Raya. Imejnya selain dekat dengan generasi muda, namun juga lekat pada kepedulian lingkungan. Radio Kalaweit 99,1 FM di era tahun 2000-an sebagai salah satu radio terkemuka di Kalteng, akhirnya di 2022 ini menyatakan berhenti mengudara.
Per 1 Juni 2022 mendatang, radio yang beralamat di Jalan Pinus Komplek Mahoni Kota Palangka Raya itu, resmi tidak mengudara lagi. Berangkat dari ide awal Chanee yang merupakan Founder/CEO Yayasan Kalaweit, radio ini terbentuk pada 2003 silam, dengan target generasi muda peduli lingkungan.
Menurut Station Manager Kalaweit FM 99,1 yang juga mantan penyiar awal di radio tersebut, Willy menuturkan, ide awalnya berasal dari Chanee sendiri.
“Chanee dulu kerap menyuarakan soal Kalaweit (Owa dalam bahasa Dayak Ngaju), di media, talk show keliling dan sebagainya. Lalu muncullah ide mendirikan radio ini sebagai penyuara sekaligus “penghasut” generasi muda peduli pada lingkungan,” ujar Willy ketika dikonfirmasi Tabengan, Jumat (13/5/2022).
Awalnya penyiar radio Kalaweit FM dengan frekuensi pertamanya, yaitu 99,5 FM adalah Chanee sendiri. Lalu ada juga Willy dan Tonjik yang ikut menjadi penyiar secara rutin. Kantornya berlokasi di Jalan Pinus, sebelum saat ini sudah berpindah di Kawasan Mahoni Indah Palangka Raya. Setelah berada di saluran 99,1 FM, Kalaweit Radio semakin berjaya hingga puncaknya di 2007-an silam.
Program-programnya juga menarik dan sangat pro dengan generasi muda di saat itu. Selalu beradaptasi hingga mengikuti perkembangan zaman, baik secara musik hingga lifestyle serta trend saat ini.
Willy menceritakan, ada tiga program favorit di kala itu seperti, Misscalled Planet Fun yang merupakan acara semacam prank, namun berkonsep “ngerjain” teman via telepon.
Lalu ada One Night With Chanee, yang merupakan program curhat yang dibawakan Chanee secara langsung. Di situ para pendengar berinteraksi dan curhat perasaan on the phone langsung dengan Chanee, yang nantinya akan memberikan nasihat dan saran positif. Tidak heran selain curhat, ada suka, duka, tangis dan tawa di acara itu. Terakhir, jelasnya, ada program Morning Soul Speed Up bertemakan musik dibawakan oleh Almarhum Vitra.
“Berhenti mengudaranya Kalaweit 99,1 FM, faktor perkembangan zaman. Radio dirasa tidak efektif, bahkan efisien lagi menyampaikan pesan-pesan kepedulian lingkungan kepada generasi muda era ini,” ucapnya.
Kini, kata Willy, media sosial merupakan media yang jitu dalam menyuarakan itu, tentunya tidak mengeluarkan banyak cost (gaji karyawan, listrik dan lain-lain).
Terkait itu, Willy yang juga mewakili Chanee, berpesan kepada generasi muda Kalteng, walaupun radio Kalaweit FM tidak mengudara lagi, apapun yang terjadi lestarikan alam untuk masa depan.
Ketika disinggung apa rencana setelah berhenti mengudara, Willy menjelaskan belum ada keputusan untuk itu. Intinya tetap “pantengin” media sosial Kalaweit atau Chanee seperti di Instagram ataupun di Youtube.
“Terima kasih Radio Kalaweit 99,1 FM yang 19 Tahun telah menemani generasi muda Kalteng, khususnya Palangka Raya, tentunya mereka yang muda di era 2000-an silam”.
didin rakhmadin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.