Hukrim  

Curi Sarang Walet untuk Beli Cincin Tunangan

ISTIMEWA RILIS - Wakapolres Barsel Kompol Asdini Putra Pratama saat press release pencurian sarang walet, di Mako Polres Barsel, Kamis (12/5/2022).

BUNTOK/TABENGAN.COM – Untuk membeli cincin dan keperluan pertunangan, seorang pria inisial TR (35), warga Mangkatip, Kecamatan Dusun Hilir (Dushil), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), nekat mencuri sarang burung walet milik warga di kampungnya. Hal ini terungkap dalam Press Release Kapolres Barsel AKBP Yusfandi Usman yang disampaikan Wakapolres Kompol Asdini Putra Pratama, didampingi Kasatreskrim Iptu M Saladin beserta Kapolsek Dushil Ipda Sugito, di Mako Polres Barsel, Kamis (12/5/2022).
Polsek Dushil dibantu personel Satreskrim Polres Barsel telah berhasil mengamankan dua pria terduga pelaku pencuri sarang burung di Kelurahan Mengkatip, Minggu (8/5/2022).
“Dalam kasus ini, kami menangkap dua orang tersangka masing-masing TR (37) sebagai pelaku utama dan rekannya BY (35) yang turut membantu menjual hasil curian sarang walet tersebut,” ujar Wakapolres.
Dari keterangan terduga TR, hasil penjualan sarang burung walet curian tersebut telah dibelikan terduga diantaranya 1 Unit sepeda motor merk Suzuki, 1 buah cincin emas seberat 5,5 gram, baju dan perlengkapan wanita. Terduga pelaku melancarkan aksinya pada dua tempat dalam waktu yang berbeda.
Pertama pada 24 April 2022 dengan merugikan korban mencapai Rp47 juta. Kedua pada 3 Mei 2022 dan merugikan korban diperkirakan mencapai Rp30 juta. Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku, 1 buah perangkat snooping warna putih, 1 lembar baju kaos dan celana pendek, 1 unit sepeda motor merk Suzuki, 1 buah cincin emas dengan berat 5,5 gram, 1 lembar nota penjualan sarang walet, 1 bilah parang tanpa sarung, 1 buah bambu dengan panjang 12 meter, dan satu bungkus sarang walet 1,2 kilogram serta uang tunai Rp 1 juta.
“Kedua pelaku telah kami amankan di Mapolres Barsel dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya mereka dijerat UU pasal 363 ayat 1 ke 5 dengan pidana penjara maksimal sembilan tahun,” tutup Asdini Putra Pratama. c-lis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.