Wabup Lantik Forum Puspa

TABENGAN/MAYA SELVIANI Wakil Bupati Kotim Irawati ketika melantik pengurus forum Puspa masa bakti 2020-2026 di Hotel midtown Sampit.

SAMPIT/TABENGAN.COM- Wakil Bupati Kotim Irawati mewakili Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor melantik Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) masa bakti 2020-2026 di Hotel midtown Sampit, Kamis (12/5/2022).
Irawati membacakan sambutan Bupti Kotim pelantikan yang sekaligus juga digelar workshop mengharapkan, Forum Puspa Kotim dapat membantu para perempuan maupun anak yang menjadi korban kekerasan di wilayah ini. Tidak hanya itu, Forum Puspa juga diminta untuk dapat menelusuri atau mengungkap jika ada kasus perdagangan orang di wilayah ini.
“Saya mengapresiasi dibentuknya forum Puspa ini sehingga dapat membantu korban kekerasan terutama perempuan dan anak-anak mendapatkan tempat perlindungan juga pengaduan di tempat yang tepat,” ujar Irawati.
Pelantikan Pengurus Forum Puspa Kotim masa bakti 2022-2026 yang diketuai oleh Forisni Aprilista resmi dihadiri Ketua PKK Kotim Khairiah Halikinnor, Wakil Ketua Forum Puspa Kalteng Bridel Usin, Sekretaris Forum Puspa Kalteng Wasiyat Sidik Pramono, Kabag Data dan Informasi DPPPAPPKB Kotim Murjani dan juga Kabid kesetaraan gender dan perlindungan perempuan di DPPPAPPKB Kotim yang juga Ketua Panitia Kegiatan, Lusi Dian Handayani.
Dia mengakui bahwa masih banyak korban kekerasan yang tidak mengungkapkan kasusnya ke permukaan karena takut dan malu untuk bercerita tentang apa yang dialaminya termasuk kepada petugas kepolisian. Untuk itu dirinya berharap Forum Puspa ini dapat menjembatani para korban korban kekerasan untuk mendapatkan keamanan dan juga keadilan bagi diri mereka. Terlebih ia melihat pengurus Puspa Kotim dipimpin oleh Forisni Aprilista yang memang merupakan aktivis yang berkecimpung di dunia perlindungan perempuan dan anak di wilayah ini.
“Saya berharap Forum Puspa yang diketuai oleh beliau dibantu dengan para anggota nya yang yang memiliki kapasitas mumpuni masing-masing dapat memberikan efek positif terhadap perlindungan perempuan dan anak di Kotim,” terangnya.
Sementara itu Wakil Ketua Forum Puspa Kalteng Bridel Usin, mengatakan jika Forum Puspa merupakan sinergi antara pemerintah organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, akademisi ,dunia usaha, lembaga riset, serta media dalam mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak dan juga mengakhiri perdagangan orang serta mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi terhadap perempuan.
Hal tersebut menurutnya, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang pencegahan tindak pidana perdagangan orang dan Undang-Undang nomor 17 tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan serta Peraturan Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017, tentang partisipasi masyarakat dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak untuk mendorong masyarakat agar berpotensi berpartisipasi dalam memberdayakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Partisipasi masyarakat dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dapat dilakukan di rumah tangga,tempat umum ,lembaga layanan, lembaga keterampilan lembaga pendidikan dan lembaga keagamaan,” ujarnya.
Sementara itu Kabid Kesetaraan Gender dan Perlindungan Perempuan di DPPPAPPKB Kotim yang juga Ketua Panitia Kegiatan, Lusi Dian Handayani mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari tersebut juga dirangkai dengan kegiatan workshop yang membahas terkait implementasi forum Puspa di Kalteng dan diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota Puspa Kotim.c-may

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.