2 Honorer Ditangkap Usai Bacok Polisi

ISTIMEWA DIAMANKAN-Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa ketika ekpose kasus penganiayaan berat dengan korban oknum polisi Polda Kalteng.

* TBBR Fasilitasi Serahkan Pelaku dan Serahkan Proses Hukum
PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Dua honorer Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya diamankan Satreskrim Polresta Palangka Raya usai melakukan pembacokan terhadap Aipda Gajali Rahman (42), anggota Polda Kalteng yang berdinas di Bid TIK, Selasa (10/5/2022).
Dua tersangka bernama Hadi Tukino (33) dan Baroto (33), diamankan petugas di Jalan Tjilik Riwut Km 14, di rumah keluarganya selang beberapa jam usai kejadian.

ISTIMEWA
DISERAHKAN-Kasat Intelkam Polresta Palangka Raya AKP Budi Susanto bersama beberapa anggota Intelkam Polresta Palangka Raya Difasilitasi DPC TBBR Kota Palangka Raya, ketika akan membawa 2 pelaku pembacokan, Selasa malam.

“Kedua tersangka ini setiap hari bekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tjilik Riwut Km 14,” ucap Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa, Rabu (11/5/2022).
Ia menerangkan, kejadian berawal ketika tersangka Hadi Tukino datang ke lokasi galian C Tjilik Riwut Km 14 dan meminta uang sebesar Rp50 ribu kepada korban.
Korban yang menolak, lalu terlibat cekcok dengan tersangka dan berujung pada aksi pemukulan. Tidak terima dipukul korban, tersangka lalu pulang dan kembali ke lokasi dengan membawa senjata tajam jenis mandau bersama tersangka Baroto.
Setibanya di lokasi, tersangka Hadi lalu menebaskan mandau sebanyak tiga kali hingga mengenai dada dan bagian perut korban. Satu jari manis di tangan kiri korban turut putus setelah mencoba menangkis serangan tersangka.
“Tersangka Hadi Tukino diketahui anggota Ormas TBBR. Keduanya kita kenakan Pasal 170 Jo Pasal 351 tentang kekerasan secara bersama-sama dan penganiayaan, ancaman sembilan tahun penjara,” tutur Kapolres.
Terkait keberadaan korban di lokasi tersebut, Budi menjelaskan belum bisa memberikan keterangan karena korban masih dilakukan perawatan intensif di rumah sakit.
“Kedua tersangka sudah kita tahan di Rutan Polresta Palangka Raya,” tegasnya.

TBBR Serahkan Proses Hukum
Sementara itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) TBBR Kalteng membenarkan, jika salah satu anggotanya diamankan Polresta Palangka Raya dalam hal penganiayaan terhadap anggota Polda Kalteng.
Ketua DPW TBBR Kalteng Agus Sanang mengatakan, Hadi Tukino adalah anggota TBBR, khususnya DPC Kota Palangka Raya.
“Dalam kesempatan ini informasi yang diterima, kejadian tersebut tidak dilakukan secara gerombolan, melainkan sendirian karena perlawanan usai dipukul oleh anggota Polda Kalteng,” katanya, Rabu.
Ia menegaskan, TBBR secara umum menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum, supaya dilakukan proses seadil-adilnya dan mendapat jalan keluar, sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru.
“Kami dari TBBR menyerahkan secara penuh sesuai aturan yang ada. Kami juga berterima kasih kepada kepolisian, kasus ini dilakukan secara personel,” terangnya.

Fasilitasi Serahkan Pelaku
Ketua DPC TBBR Pangka Raya Ramang menuturkan, kejadian penganiayaan berat di Km 14 murni dilakukan personal, bukan dalam bentuk kegiatan atau pekerjaan organisasi.
“Bahkan tadi malam pukul 22.00 WIB bersama Kasat Intelkam Polresta Palangka Raya Pak AKP Budi Susanto, anggota intel juga kami dari pengurus TBBR Palangka Raya, Robet dan Agusta Rachman, bekerja sama dalam penjemputan dan mengantar yang bersangkutan untuk menyerahkan diri ke Polresta,” kata Ramang.
Menurut Ramang, pihak TBBR juga sangat menyesalkan kejadian tersebut. Di kronologis kejadian, tersangka juga tidak mengetahui bahwa korban adalah anggota kepolisian karena menggunakan baju sipil, kemudian melakukan pemukulan.
“Makanya pengurus TBBR Palangka Raya berinisiatif untuk memfasilitasi anggotanya untuk menyerahkan diri. Kasat Intel Polresta Palangka sangat responsif dan sangat humanis dalam memfasilitasi penyerahan diri tersangka. fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.