Syauqie Ajak Masyarakat Dukung Forum G20

Foto : Plt Ketua MPW Pemuda Pancasila Kalteng, Muhammad Syauqie.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Plt Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah (PP – Kalteng), Muhammad Syauqie , mendukung kegiatan Grup Of 20 (G20) dimana untuk pertama kalinya Indonesia menjadi Presidensi forum kerjasama 20 kekuatan ekonomi utama dunia, dimana serah terima keketuaan, berlangsung pada KTT G20 di Roma, Italia, tanggal 31 Oktober 2021 dari Perdana Menteri (PM) Mario Draghi selaku Presidensi Italia kepada Presiden RI Joko Widodo.
“G20 adalah forum internasional yang fokus pada koordinasi kebijakan di bidang ekonomi dan pembangunan. G20 sendiri merepresentasikan kekuatan ekonomi dan politik dunia, dengan komposisi anggotanya mencakup 80 persen PDB dunia, 75 persen ekspor global, dan 60 persen populasi global. Sehingga kita selaku masyarakat di daerah sudah sewajarnya mendukung kegiatan positif ini,” ucap Syauqie, saat dibincangi Tabengan, di kediamannya jalan Nyai Enat, Selasa (10/5) malam.
Dijelaskan, Indonesia sebagai Presidensi G20 terfokus pada 3 sektor prioritas. Diantaranya yaitu penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi digital dan transisi energi, dimana 3 sektor prioritas tersebut berupakan refleksi dari tema yang diangkat oleh Indonesia yakni ‘Recover Stronger, Recover Together’ menimbang dunia yang masih dalam tekanan akibat pandemi Corona Virues Disease 2019 (Covid-19).
“Melalui Presidensi G20, diharapkan berdampak langsung bagi perekonomian melalui peningkatan penerimaan devisa negara. Sedangkan di bidang politik, sebagai Ketua G20 Indonesia dapat mendorong kerja sama dan menginisiasi hasil konkret pada ketiga sektor prioritas, yang strategis bagi pemulihan. Apalagi Ini adalah momentum bagi Indonesia untuk memperoleh kredibilitas atau kepercayaan dunia, dalam memimpin pemulihan global,” ujarnya.
Sedangkan di bidang pembangunan ekonomi dan sosial berkelanjutan, sambungnya, Presidensi G20 menjadi momentum untuk menunjukan bahwa Indonesia merupakan negara yang terbuka perihal bisnis dan investasi.
“hal ini tentunya berpeluang menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah karena berkontribusi bagi sektor pariwisata, akodomasi (perhotelan), transportasi, dan ekonomi kreatif, serta UMKM lokal,” pungkasnya. Nvd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.