HEPATITIS AKUT MISTERIUS-Ahli Epidemiologi: Tingkatkan Kewaspadaan Sedini Mungkin

Ilustrasi penderita Hepatitis akut misterius. Inset Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) Rini Fortina SKM, MKes

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meminta seluruh provinsi di Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya (Acute Hepatitis Unknown Aetiology).
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) Rini Fortina SKM, MKes menyampaikan, terkait surat Kemenkes tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut misterius tersebut, otoritas kesehatan terlihat sudah meningkatkan status pengawasannya.
“Status kita saat ini sesuai petunjuk adalah meningkatkan kewaspadaan sedini mungkin sebelum adanya kasus. Ini tugas berat karena penyampaian informasi kepada masyarakat jangan sampai menimbulkan kepanikan,” kata Rini, Sabtu (7/5/2022).
Menurut Rini, semua area tugas kesehatan disiapkan mulai dari rumah sakit, Puskesmas, Dinkes dan masyarakat. Status peningkatan pengawasan ini sesuai standar penilaian Kejadian Luar Biasa (KLB) dari tidak ada kasus menjadi ada.
Dugaan sementara penyebab adalah Adenovirus tipe 41, Adenovirus secara umum ada sekitar 50 jenis di lingkungan. melihat sifat penyebaran penyakit Adenovirus secara umum maka pencegahan individual selalu cuci tangan dengan bersih, tetap menggunakan masker, tidak makan minum di sembarang tempat.
Badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) masih melakukan investigasi epidemiologi di masyarakat. Namun rekomendasi dari WHO tidak perlu pembatasan perjalanan, hanya area kesehatan sinyal waspadanya dinaikkan. Seandainya ada 1 kasus maka investigasi epidemiologi ketat akan dilaksanakan, namun diharapkan tidak ada kasus di Kalteng.
Pertanyaan ilmiahnya, lanjut Rini kenapa penyakit baru ini muncul ketika kasus Covid-19 menurun, dengan Gejala umum, sakit perut, diare, muntah, demam, terkait pernafasan, warna kuning pada mata dan kulit. Risiko anak usia dibawah 16 tahun punya penyakit bawaan dan kesehatan rentan terhadap penyakit atau mudah sakit. yml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.