Kelulusan SMA di Kalteng Hampir 100 Persen

Kelulusan SMA di Kalteng Hampir 100 Persen/ILUSTRASI.NETT

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi menyelesaikan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK). Program Merdeka Belajar, sudah tidak lagi menggunakan Ujian Nasional (UN) sebagai standar nilai kelulusan siswa. USBK di Kalteng digelar 18-26 April 2022.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Ahmad Syaifudi melalui Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Kalteng Safrudin, mengatakan, pengumuman kelulusan siswa SMA dilakukan pada saat libur pasca-Hari Raya Idul Fitri. Meskipun diumumkan saat libur, pengumuman dilakukan secara daring, sehingga semua siswa dapat mengakses dengan mudah.
Safrudin menjelaskan, di Kalteng pengumuman dilakukan secara daring di 241 sekolah yang ada di Kalteng. Pengumuman kelulusan SMA ini dilakukan secara serentak seluruh Indonesia. Hasilnya, dari semua siswa yang mengikuti USBK, tingkat kelulusan hampir mencapai 100 persen.
Pandemi Covid-19, membuat pemerintah menerapkan metode belajar yang sangat baru bagi para siswa. Selama ini, sebelum pandemi pembelajaran dilakukan tatap muka. Sekarang, adanya pandemi membuat pembelajaran terpaksa dilakukan secara daring.
“Tingkat kelulusan hasil dari semua syarat kelulusan tersebut hampir mencapai 100 persen. Bagaimana pun, metode pembelajaran yang baru ini, membuat mekanisme belajar mengajar menjadi sedikit terhambat. Di tengah metode belajar mengajar yang dilakukan secara daring selama 1,5 tahun terakhir, dan sekarang perlahan tatap muka, maka tingkat kelulusan jangan terlalu diperdebatkan,” kata Safrudin, saat menjelaskan hasil pengumuman kelulusan SMA, Minggu (8/5/2022).
Kembali ke pengumuman kelulusan, kata Safrudin, di Kalteng, pengumuman kelulusan dilakukan secara daring, mengingat masih dalam rangkaian libur dan cuti bersama. Sejauh ini perjalanan siswa dalam mencapai kelulusan berjalan dengan lancar dan baik. Terkhusus bagi pelaksanaan USBK yang dilakukan secara daring di sekolah-sekolah yang ada di Kalteng.
Sekolah yang terkendala sinyal atau jaringan, ungkap Safrudin, dilakukan dengan mengunduh soal, dan soal dijawab secara luring. Semua tahapan dapat dijalankan dan ditempuh para siswa dengan sebaik mungkin. Pandemi yang semakin berakhir, diharapkan ke depan dunia pendidikan di Kalteng terus berkembang. Pembelajaran dapat kembali dilakukan secara tatap muka, dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.