Kalteng Waspada Hepatitis Misterius

Kadiskes Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo dan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Kalteng dr Riza Syahputra

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Belum juga usai wabah virus corona (Covid-19), kini muncul fenomena hepatitis akut misterius yang terjadi pada anak-anak dan bisa menyebabkan kematian. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan surat edaran nomor HK.02.02/C/2515/2022 kepada Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut misterius.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Kalteng dr Riza Syahputra menyampaikan, belum ada laporan tentang adanya hepatitis akut misterius di Kalteng. Dinkes Provinsi Kalteng bersama Dinkes 14 kabupaten/kota terus melakukan pemantauan.
“Info yang saya terima dari pengelola program hepatitis dan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon, belum ada laporan penemuan kasus, tetapi kami akan terus memantaunya,” kata Riza, Jumat (6/5/2022).
Menurut Riza, Kalteng sudah siap apabila ada temuan kasus. Selain itu, akan menggelar rapat internal Dinkes Provinsi Kalteng pada Senin (9/5/2022), membahas langkah-langkah selanjutnya dan tetap berkoordinasi dengan Kemenkes terkait kasus hepatitis misterius ini.
Sementara, lanjut Riza, gejala hepatitis misterius adanya perubahan warna urine seperti teh pekat, beberapa bagian tubuh warna kuning, terutama putih bola mata, nyeri sendi dan pegal-pegal, demam tinggi, mual, muntah disertai nyeri perut, lesu dan hilang nafsu makan, diare serta kejang dan ditandai dengan Serum Aspartate Transaminase (AST)/SGOT atau Alanine Transaminase (ALT)/SGPT lebih dari 500 U/L.
Supaya tidak tertular hepatitis misterius, Riza mengimbau kepada masyarakat tetap disiplin melakukan protokol kesehatan, terutama di masa mudik Lebaran. Seluruh dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di berbagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, puskesmas, posyandu, klinik praktik mandiri dan dokter praktik perorangan untuk mewaspadai setiap gejala hepatitis pada anak dan dewasa.
Sementara itu, Kadiskes Provinsi Kalteng dr Suyuti Syamsul menyampaikan, sampai saat ini belum menerima laporan adanya kasus yang dimaksud. Kendati demikian, apabila ditemukan kasus, Kalteng sangat siap menghadapinya.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus drg Yayu Indriati menyampaikan, belum ada laporan kasus adanya pasien yang dicurigai mengidap hepatitis misterius. Sudah dilakukan sosialisasi untuk kewaspadaan, terutama pada pasien anak dengan gejala kasus hepatitis akut dengan penyebab belum diketahui ini, terutama di IGD dan bangsal anak.
“Rumah sakit siap, SDM sudah mengetahui dan untuk pemeriksaan laboratorium ada standar untuk bisa kita kerjakan berdasarkan algoritmanya, ruang rawat dan serta logistik sudah disiapkan,” kata Yayu.
Namun, Yayu menekankan, pencegahan penting untuk diketahui dan karena penularan akan berdampak pada saluran cerna dan keadaan perburukan lainnya, sehingga upaya yang dilakukan agar menjaga lingkungan udara dan sanitasi sebagai pintu masuk virus ini.

Pemko Mulai Waspada
Sementara itu, Kadiskes Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo mengataka,n jika pihaknya telah mengkomunikasikan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang ada di seluruh Kota Cantik untuk mulai mewaspadai adanya potensi sebaran penyakit hepatitis akut.
“Seluruh fasyankes di Kota Palangka Raya telah kita komunikasikan dan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, apabila menemukan kasus sebagaimana dimaksud untuk menindaklanjuti sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” kata Andjar, Jumat.
Dijelaskannya, guna mencegah penyakit tersebut, pihaknya turut memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Mulai dengan sesering mungkin mencuci tangan, hingga menjaga kebersihan alat makan seperti halnya meja, piring, sendok dan piring.
Penyakit ini dikatakannya sangat rentan menyerang anak-anak dengan imunitas tubuh yang rendah. Untuk itu, ia meminta agar orang tua selalu awasi kebersihan anak-anak kita, agar terhindar dari paparan penyakit hepatitis akut
“Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat,” tuturnya.
Selain itu, untuk mencegah penularan hepatitis akut melalui saluran pernafasan disebutkannya dengan menerapkan prokes Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas. Dan upaya lainnya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan hepatitis akut adalah pemahaman orang tua terhadap gejala awal penyakit hepatitis akut. yml/rgb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.