Palangka Raya Waspada Banjir

TABENGAN/YULIANUS BANJIR – Hujan deras yang mengguyur Kota Palangka Raya lebih kurang hampir 10 jam membuat sejumlah tempat dan jalanan digenangi air yang cukup dalam, Palangka Raya, Rabu (4/5)

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Hujan deras yang mengguyur Kota Palangka Raya sejak Selasa (3/5) malam hingga Rabu (4/5) pagi, mengakibatkan munculnya genangan air di sejumlah ruas jalan yang ada di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, tepatnya di ruas Jalan Temanggung Tilung dan persimpangan Jalan Seth Adji-Jalan Karet Rabu (4/5) pagi, tinggi genangan air mencapai setidaknya 30 cm. Sehingga mempersulit masyarakat yang melintasi jalan tersebut.
“Tadi saya lewat Jalan Temanggung Tilung, ketinggian air sudah hampir setengah ban motor saya. Saya agak kesulitan melintas karena air memang cukup tinggi,” kata Nopri, salah satu warga di Kelurahan Bereng Bengkel yang kebetulan melintasi ruas jalan tersebut.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, kondisi cuaca di wilayah setempat dalam beberapa waktu kedepan umumnya berawan hingga hujan ringan, dan berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Prakirawan Cuaca BMKG, Chandra Mukti Wijaya saat ditanyai menuturkan pihaknya memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir/kilat dan angin kencang masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan. Prospek tinggi gelombang mingguan di wilayah perairan selatan juga berpotensi sekitar 1.25 – 2.00 meter (Rendah-Sedang).
“Hujan sedang hingga lebat, terjadi disebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kota Palangka Raya, untuk hari ini. Ada beberapa laporan masuk di kami terjadi beberapa genangan di sebagian ruas jalan di beberapa wilayah,” ungkapnya.
“Untuk daerah dan wilayah banjir, bisa meningkatkan koordinasi dengan BPBD setempat sebagai upaya preventif. Kepada seluruh masyarakat terutama yang melakukan aktivitas di wilayah pesisir, kami mengimbau agar selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang terus berubah-ubah. Tetap waspada terhadap pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus),” tambah Chandra.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengungkapkan jika saat ini pihaknya terus mewaspadai potensi banjir kiriman dan kenaikan debit air yang mengelilingi kota setempat. Hal tersebut mengingat meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
“Berdasarkan pantauan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, belum ada terjadi kenaikan tinggi air di sungai yang signifikan. Namun kita harus meningkatkan kewaspadaan terkait potensi banjir kiriman dan genangan air,” kata Emi.
Saat ini, pihak BPBD dijelaskannya memperkuat koordinasi bersama para camat dan lurah pada titik-titik kawasan hulu sungai dan kawasan berpotensi tinggi terjadi banjir, untuk dapat melakukan pemantauan langsung apabila ada kenaikan debit air.
Salah satu kawasan yang menjadi titik pemantauan pihaknya, seperti Jalan Anoi dan Jalan Mendawai di Kelurahan Palangka, Kelurahan Kameloh Baru serta Kelurahan Petuk Katimpun terus dipantau. Dia mengatakan wilayah tersebut menjadi indikator kenaikan debit air Sungai Kahayan. Wilayah yang memiliki kontur cukup rendah itu juga menjadi titik langganan banjir saat musim hujan tiba.
“Kami masih aktif bertukar informasi bersama mereka, guna mengantisipasi dini apabila debit air mulai meningkat,” jelasnya.
BPBD Kota saat ini, diakui Emi masih berfokus pada pemantauan debit dan genangan air di dalam kota. Kawasan Jalan Temanggung Tilung dan Jalan Beliang, disebutkannya adalah wilayah yang saat ini kerap tergenang air karena luapan drainase disekitarnya.
Selanjutnya, Emi terus meminta warga di kota setempat mewaspadai potensi banjir kiriman.
“Kita sudah ada peringatan BMKG untuk siaga mengingat kita masuk cuaca ekstrem. Untuk itu warga bantaran sungai kami minta waspada terhadap banjir kiriman,” ungkapnya.
Apalagi, lanjut dia, wilayah Palangka Raya dilintasi tiga sungai besar yakni Sungai Kahayan, Rungan dan Sabangau. Belum lagi sejumlah daerah tetangga seperti Kabupaten Pulang Pisau juga telah terjadi banjir.
“Jika dari pemantauan ditemukan potensi banjir maka setiap perkembangan akan kami informasikan kepada masyarakat baik secara langsung maupun media sosial pemerintah, agar nantinya warga dapat melakukan antisipasi sejak dini,” ungkapnya.
Emi menambahkan upaya antisipasi banjir saat musim hujan, pihaknya fokus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim di bantaran sungai. rgb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.