Bupati Gumas Mulai Deadline PBS Belum Realisasikan Plasma 

KUALA KURUN/TABENGAN.COM-Bupati Kabupaten Gunung Mas Jaya Samaya Monong, tegas mengingatkan kepada perusahaan besar swasta (PBS), khususnya yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit agar merealisasikan perkebunan plasma kepada masyarakat, dengan ketentuan yang berlaku, yaitu minimal sebanyak 20 persen dari luasan kebun inti.
Jaya Samaya Monong mengungkapkan dari 11 perusahaan besar swasta (PBS) bidang perkebunan kelapa sawit yang beroperasi diwilayah Kabupaten Gunung mas, hingga saat ini baru ada 2 PBS yang telah merealisasikan kebun plasma tersebut.
“Dari 11 PBS yang beroperasi di Gunung Mas, baru 2 PBS yang telah merealisasikan kebun plasma bagi masyarakat, yaitu PT.ALS dan PT.KHS. Kita akan tetap akan tagih PBS yang belum merealisasikan kebun plasma,” ungkap Jaya Samaya Monong, seraya
menambahkan bahwa berdasarkan laporan beberapa PBS lainnya ada juga telah merealisasikan kebun plasma bagi masyarakat, meski demikian pemerintah kabupaten Gunung Mas akan melakukan crosscek secara langsung kelapangan apakah sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku, yaitu minimal 20% dari luasan kebun inti yang telah mereka tanam.
Apabila dilapangan belum sesuai dengan ketentuan tersebut, Pemkab Gumas tetap akan menagih kewajiban dari PBS, dan jika tetap tidak direalisasikan maka dilakukan tindakan tegas seperti yang pernah dilakukan sebelumnya terhadap di PT.ALS dan PT.KHS.
“Jelas akan dilakukan penindakan tegas, karena kita sudah melalui tahapan-tahapan yang berlaku. Jika tidak digubris. Salah satunya dengan menghentikan oprasional sementara, bahkan sampai pencabutan izin” Kata Jaya Samaya Monong.
Untuk diketahui, bahwa Pemkab Gumas kembali memberikan SP2 dan SP3 terhadap 2 PBS, karena masih belum merealisasikan perkebunan plasma kepada masyarakat. Pemberian surat peringatan tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai proses dan tahapan yang telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Gunung Mas.
Orang nomor satu di Kabupaten Gunung Mas itu menegaskan, pengawasan terhadap setiap PBS khususnya yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit telah dilakukan semenjak tahun 2019 lalu. Yang mana artinya, Pemkab Gumas telah melakukan proses dan tahapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga tindakan-tindakan tegas saat ini dilakukan.
“Ada 2 PBS yang telah diperingati oleh pemkab gumas. Nanti setelah lebaran akan kita cek kelapagan. Saya tidak pandang buluh. Kalau tidak mentaati aturan, dan tidak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Gumas, akan saya tindak secara tegas,” tegas Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong.C-HEN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.