19 RIBU SISWA KALTENG IKUT USBK

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng H A Syaifudi

*Daerah Blank Spot Dilakukan dengan Luring
PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) digelar sebagai salah satu langkah dalam menentukan kelulusan siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). USBK digelar sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang sudah dihapuskan.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng H A Syaifudi, mengatakan, USBK dilaksanakan sejak 18 sampai 26 April 2022. USBK adalah kegiatan penting tingkat sekolah, untuk mengetahui hasil pembelajaran peserta didik. Sejauh ini, pelaksanaan USBK berjalan dengan lancar dan sukses.
Syaifudi menjelaskan, ada sekitar 19 ribu lebih siswa atau peserta didik yang mengikuti USBK tingkat SMA ini. Merdeka Belajar, sudah tidak ada lagi Ujian Nasional (UN), namun diganti dengan Ujian Sekolah (US). Ujian Sekolah inilah yang nantinya menjadi penentu kelulusan siswa, dengan 3 kriteria. Syarat pertama, anak dinyatakan lulus apabila menyelesaikan pendidikan atau pembelajaran kelas 10, 11 dan 12.
Syarat kedua, kata Syaifudi, anak harus mendapatkan nilai sikap atau karakternya minimal B. Artinya, pendidikan karakter menjadi salah satu poin penting pula dalam menentukan tingkat kelulusan. Dan terakhir, atau syarat yang ketiga adalah wajib mengikuti Ujian Sekolah. Tentu, pelaksanaan Ujian Sekolah di Kalteng tidak seperti di Pulau Jawa.
“Tantangan terbesar di Kalteng adalah letak geografis dan juga ketersediaan jaringan. Terdapat sejumlah sekolah yang kondisinya minim jaringan atau blank spot, sehingga perlu diberikan solusi tersendiri dalam pelaksanaannya. Khusus bagi daerah dengan kondisi blank spot, bahan ujian diunduh atau download, kemudian dibawa ke sekolah tersebut, dan dilakukan ujian sekolah secara luring,” kata Syaifudi, saat menyampaikan kegiatan USBK tahap I untuk SMA se-Kalteng, Kamis (28/4/2022).
Solusi untuk sekolah yang blank spot, lanjut Syaifudi, dilakukan secara luring demi memberikan kemudahan bagi para siswa untuk melaksanakan Ujian Sekolah. Tidak mungkin para siswa dari sekolah yang blank spot, melaksanakan Ujian Sekolah di sekolah yang memiliki jaringan. Hambatan atau kesulitan para siswa untuk menempuh dari sekolah A ke sekolah B yang memiliki jaringan tidak diketahui. Belum lagi jarak tempuhnya.
Sebab itu, tegas Syaifudi, khusus bagi sekolah yang blank spot, Ujian Sekolah dilaksanakan secara luring saja. Hasil pelaksanaan Ujian Sekolah sendiri di Kalteng berjalan dengan lancar dan sukses. Ke depan, akan dilakukan Ujian Sekolah Tahap II yang diberikan kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.