Hukrim  

Terdakwa Korupsi Gugat Presiden dan Jaksa Agung

ILUSTRASI/NET

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Pengusaha asal Kabupaten Katingan yang menjadi terdakwa korupsi melakukan gugatan wanprestasi atau ingkar janji pada Presiden RI dan Jaksa Agung. “Benar. Penggugat atas nama H Asang Triasha,” tanggap Heru Setiyadi selaku Humas Pengadilan Negeri Palangka Raya, Rabu (27/4/2022). Sidang perdana akan berlangsung pada Rabu (18/5/2022).
Asang melalui Rahmadi G Lentam selaku Kuasa Hukum Penggugat melayangkan gugatan kepada cukup banyak pihak. Secara lengkap, sebagai Tergugat yakni Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kajati Kalteng), Jaksa Agung RI, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, dan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
Turut Tergugat, yakni Komisi Kejaksaan, Presiden, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, serta Komisi III DPR RI. Penggugat meminta pengadilan menyatakan Para Tergugat tidak memberikan perlindungan hukum kepada Penggugat sebagai Pelapor dugaan tindak pidana korupsi.
Selain itu, Tergugat melakukan tindakan diskriminatif serta tidak menerapkan asas hukum perlakuan yang sama dihadapan hukum terhadap Penggugat adalah perbuatan melawan hukum oleh penguasa. Penggugat juga meminta Para Tergugat untuk membayar ganti kerugian moriil dan materiil dengan total sebesar Rp17.800 secara tanggung renteng, seketika dan sekaligus. Selain itu pengadilan diminta memerintahkan Turut Tergugat untuk patuh dan taat terhadap putusan tersebut.
Asang Triasha adalah terdakwa perkara korupsi pembangunan jalan sepanjang 43 kilometer di Kabupaten Katingan. Selain Asang, perkara tersebut juga menjerat Hernadie selaku mantan Camat Katingan Hulu. Asang saat ini masih menjalani persidangan, sedangkan Hernadie telah lebih dahulu divonis penjara.
Keduanya bersikukuh membantah melakukan korupsi, melainkan menjadi tumbal oleh 11 kepala desa yang mereka tuding melakukan penyelewengan keuangan desa dan sebagian besar tidak mau membayar pekerjaan jalan yang telah selesai dikerjakan sesuai perjanjian kerja.
Merasa dikriminalisasi, Asang yang saat itu berstatus tersangka pergi ke Jakarta untuk mengadu ke berbagai lembaga negara. Pihak Kejati Kalteng menyebut Asang tidak kooperatif lantaran tidak memenuhi panggilan sebagai tersangka oleh pihak kejaksaan. Asang akhirnya ditangkap sebagai buronan oleh Tim Tangkap Buronan dari Kejaksaan Agung RI dan Kejati Kalteng. dre

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.