AHY Tak Setuju, Nadalsyah Tetap Mundur?

Ketua Umum DPP Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan H Nadalsyah

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Keputusan H Nadalsyah untuk mundur dari jabatan Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) belum mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Bahkan, pria yang biasa dipanggil H Koyem ini diminta untuk mempertimbangkan keputusannya tersebut oleh Ketua Umum DPP Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

TABENGAN/LIU
BERSAMA- H Nadalsyah foto bersama pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Kalteng usai fit and proper test calon Ketua DPC Demokrat 13 kabupaten se-Kalteng secara virtual, di Kantor DPD, Rabu (23/3/2022).

Ketika ditemui di Kantor DPD Demokrat, Jalan RTA Milono, Rabu (23/3/2022), Koyem membenarkan pengunduran dirinya itu belum ada surat persetujuan dari DPP. Pada saat fit and proper test calon Ketua DPC Demokrat 13 kabupaten di Kalteng, Koyem dan AHY bertemu secara virtual. Dalam kesempatan tersebut keduanya saling memaafkan satu sama lain.
“Dari DPP masih ngembang istilahnya meminta kita untuk mempertimbangkan lagi, tetapi ya itu tadi alasan itu, kami sangat berharap DPP pun istilahnya menerima usulan aku tidak lagi menjabat Ketua DPD, akan tetapi siap ditempatkan di kepengurusan apa saja yang di dalam DPD Partai Demokrat Provinsi Kalteng,” kata Koyem.
Koyem kembali menegaskan, pengunduran diri itu perlu digarisbawahi bukan mundur dari partai, tetapi memohon diri mundur dari jabatan Ketua DPP Partai Demokrat dengan alasan kesibukan. Pertama, Kantor DPD Demokrat berada di Kota Palangka Raya, sedangkan tempat dirinya bertugas sebagai kepala daerah di Kabupaten Barito Utara.
Kalau ada acara di DPD, lanjut Koyem, harus memerlukan waktu 7-8 jam perjalanan untuk sampai ke Palangka Raya. Ditambah lagi kalau kebetulan ada acara yang bersamaan yang tidak bisa ditinggal, secara otomatis mungkin akan menghambat kegiatan-kegiatan Partai Demokrat yang ada di DPD.
Kemudian di dalam Peraturan Organisasi (PO) Partai Demokrat yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) Partai Demokrat, tim yang memang sudah dibentuk untuk melakukan fit and proper test terhadap calon Ketua DPC memang harus hadir pada acara tersebut.
“Kalau toh pada acara tersebut, aku selaku kepala daerah ada juga acara yang tidak boleh diwakilkan orang lain sehingga terbentur. Itu yang jadi masalahnya sehingga aku memohon diri mundur dari jabatan Ketua DPD dengan alasan kesibukan, tidak ada alasan lain. Tetapi siap ditempatkan Ketua Umum DPP di Partai Demokrat di mana saja di dalam kepengurusan DPD asal jangan di jabatan ketua,” imbuh Koyem.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalteng H Junaidi menambahkan, memang Nadalsyah sudah menyampaikan secara lisan ke DPP untuk mundur, namun perlu digarisbawahi itu adalah permohonan dari Nadalsyah, semuanya tergantung dari DPP.
“Walaupun kita sudah melihat dan mendengar langsung Ketua Umum DPP dan seluruh jajarannya meminta Pak Haji Nadalsyah berpikir ulang dan mereka sebenarnya tidak mau Pak haji Nadalsyah mundur dari Ketua DPD,” kata Junai.
Selain DPP, lanjut Junai, para Ketua DPC Demokrat se-Kalteng juga menyampaikan langsung di hadapan pengurus DPP dan DPD, meminta Nadalsyah jangan mundur, walaupun sebenarnya Nadalsyah tidak mundur dari partai dan tetap bersedia apa pun jabatan yang diberikan oleh DPP di DPD.
Arahan dari AHY, Sekjen dan Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) bahwa Partai Demokrat menjadikan Nadalsyah sebagai pilihan utama dalam calon anggota DPR RI dari Kalteng, bahkan juga sebagai calon Gubernur Kalteng sekalipun. Selama belum ada persetujuan dari DPP, Koyem masih tetap sah sebagai Ketua Umum DPD Demokrat Kalteng.
“Pak Haji Koyem tadi sangat menghargai juga Ketum DPP, artinya Pak Nadalsyah menyampaikan maaf kepada Ketum DPP, dan Ketum DPP pun mengapresiasi dan meminta maaf juga kepada Pak Nadalsyah. Biasa sajalah antara ayah dan anak itu ada riak-riaknya,” pungkas Junai. yml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.