Tuai Kontroversi? Pemindahan Pasar Mingguan Kenakan Tarif Rp.50000 Per Lapak

PULANG PISAU/TABENGAN.COM – Wacana pemindahan pasar mingguan atau biasa disebut pasar tungging menuai kontroversi dan perdebatan di kalangan pedagang pasar. Dimana pasar mingguan itu akan berpindah tempat di area depan halaman Stadion HM. Sanusi atau sekitar GPU Handep Hapakat, yang sedianya lokasi tersebut untuk masyarakat berolah raga dan area taman bermain anak.

Mirisnya lagi, masyarakat pedagang dikenakan tarif sebesar Rp. 50.000/ lapak yang dirasa tidak sesuai dengan pendapatan para pedagang yang kian menurun di masa pandemi sekarang ini.

Ketua Himpunan Pengusaha UKM dan UMKM Kabupaten Pulang Pisau Budhi Rahman, Selasa (22/03/2022) mempertanyakan urgensi pemindahan pasar tungging ke GPU, ditambah dengan meminta uang sebesar Rp 50.000 perlapak. Ia berharap, pemindahan pasar tersebut dapat dipikir ulang, karena menurutnya para pedagang sudah dibebani dengan berbagai kenaikan harga sekarang ini.

“Jangan persulit kami lah pak, saya rasa pemindahan pasar itu tidak sangat mendesak, dan sekarang ini kami baru mulai merangkak untuk memulihkan perekonomian kami yang terpuruk karena pandemi ini,” ujar Budhi menegaskan.

Budhi menegaskan, selain estetika lokasi yang dirasa tidak sesuai, pun juga pihaknya dari para pedagang sampai hari ini tidak ada di undang untuk kumpul dan berdiskusi terkait wacana pemindahan pasar tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Kahayan Hilir Osa Maliki menjelaskan, wacana pemindahan pasar mingguan itu, menurutnya tidak mematikan pasar tungging yang sekarang ini, pihaknya hanya akan memindahkan lokasinya saja.

“Untuk harga lapak itu masih belum pasti pak, dan akan kami rapatkan lagi. Karena itu ada Timnya pak, dan Kecamatan tidak berhak memutuskan, itu nanti Tim dari BPPKAD yang memutuskan,” tegas Osa.

Intinya, kata Osa, untuk terkait pemidahan pasar itu semua akan dirundingkan bersama DLH, Disperindagkop, Perhubungan, BPPKAD, Satpol PP, dan semua dinas teknis akan duduk satu meja terkait pemindahan pasar dimaksud.

Kepala Disperindagkop dan UKM Pulpis Elieser Jaya melalui Kabid Perdagangan Rianti menegaskan, terkait rapat wacana pemindahan pasar tuging itu masih belum terjadi kesepakatan, dan jika semua sepakat menurutnya pihaknya mengikuti saja, ” Untuk pemindahan pasar itu masih sebatas wacana, dan belum ada kata sepakat pak,” tegasnya.

Ditempat terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pulpis Yopie Satriadi menegaskan, terkait pemindahan pasar tersebut dan ditambah dengan ada pungutan Rp. 50000/ lapak menurutnya sangat tidak sesuai dengan kondisi pandemi sekarang ini.

“Kami akan mengkordinasikan ini dengan dinas terkait, apakah ini sudah sesuai dengan kesepakatan antara Pemerintah, Pedangan dan Masyarakat, kalau memang ini tujuannya baik,” tegas Yopie.

Lanjut Yopie, pihaknya juga akan mempertanyakan, apa alasan dan tujuan pemindahan pasar tersebut ke area GPU dan Lapangan Bola HM Sanusi.

“Kenapa itu harus di pindahkan, dan alasannya apa. Ini akan kami konfirmasi ke dinas terkait, dan jangan sampai kegiatan semacam ini mengganggu kegiatan pedagang kita yang baru mulai membaik pasca pandemi ini,” pungkasnya. c-mye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.