Penerbangan Kalteng Mulai Pulih

TABENGAN/DANIEL MULAI NORMAL- Tampak para penumpang tiba di Tjilik Riwut saat mengambil bagasi.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Geliat jasa penerbangan kembali pulih. Sejak dilonggarkannya syarat tes PCR/antigen bagi calon penumpang yang hendak bepergian, aktivitas di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya berangsur ramai.
Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut Eries Harmawandi mengatakan, sejak diberlakukannya kebijakan bebas tes Covid-19 di Bandara Tjilik Riwut, ada kenaikan jumlah penumpang yang datang maupun berangkat, meskipun belum secara signifikan seperti sebelumnya ada wabah virus Corona.
“Rata-rata penumpang biasanya setiap hari itu 1.000 orang. Semenjak diberlakukannya SE terbaru itu peningkatannya 200 per orang per hari, jadi ada peningkatan 20 persen baik yang berangkat maupun yang datang,” kata Eries , Minggu (20/3).
Menurut Eries, peningkatan jumlah 20 persen ini masih belum mencapai target trafik penerbangan normal sebelum pandemi pada 2019. Pihak Bandara terus melakukan berbagai upaya agar jumlah penumpang terus mengalami kenaikan, dengan memberikan pelayanan yang maksimal.
Kemudian berkoordinasi dengan pihak airlines supaya menambah trafik ke destinasi yang belum diterbangi saat ini. Pihak Bandara juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait dengan peningkatan ekonomi di wilayah Kalteng.
Pihak Bandara Tjilik Riwut memprediksi animo masyarakat akan tinggi pada saat libur panjang, apalagi mau memasuki bulan puasa. Banyak masyarakat yang diperkirakan akan melakukan mudik. Selain itu, di media sosial mereka juga beberapa permintaan terkait penerbangan ke sejumlah destinasi, namun untuk saat ini kemungkinan masih belum masuk perhitungan maskapai.
Sementara ini, lanjut Eries, ada beberapa maskapai yang melayani sejumlah rute tujuan Jakarta dan Surabaya seperti Batik, Lion, Garuda dan Citilink serta pesawat perintis, Susi Air. Jumlah penumpang yang datang ke Palangka Raya juga masih didominasi dari Jakarta dan Surabaya.
Semenjak SE terbaru itu diterapkan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) tentang pemantauan orang terpapar atau tidak karena itu ranah mereka. Pihak Bandara tetap berkoordinasi dengan stakeholder terkait dengan penerapan SE dan beradaptasi sesuai dengan peraturan baru tersebut.
“Selama ini alhamdulillah aman-aman saja, dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan sangat ketat dan kami selalu mengimbau kepada penumpang untuk selalu menerapkan protokol kesehatan selama di bandara,” imbuh Eries.

Data BPS
Sementara itu, merujuk data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng terkait penerbangan pada 1 Maret lalu, frekuensi penerbangan selama Januari 2022 lebih tinggi dibanding frekuensi penerbangan pada bulan yang sama 2021, namun lebih rendah dari 2020.
Jika dibandingkan dengan kondisi pada Desember 2021, frekuensi penerbangan di Kalteng selama Januari 2022 naik sebesar 8,75 persen, yaitu dari 891 penerbangan menjadi 969 penerbangan.
Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro mengatakan, kenaikan frekuensi penerbangan pada Januari 2022 diikuti kenaikan jumlah penumpang dan volume arus barang. Jumlah penumpang mengalami kenaikan sebesar 9,23 persen, dari 67.842 orang (Desember 2021) menjadi 74.106 orang (Januari 2022).
Kenaikan ini berasal dari jumlah penumpang yang datang naik sebesar 17,70 persen dan jumlah penumpang yang berangkat naik sebesar 1,57 persen. Sementara, volume arus barang mengalami kenaikan
sebesar 8,09 persen. Volume bongkar barang naik sebesar 6,31 persen dan volume muat barang naik sebesar 11,72 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.