Hukrim  

Februari, 59 Budak Narkoba Disel

TABENGAN/FERRY WAHYUDI DIGELANDANG- Sebanyak 11 tersangka pengungkapan selama Februari ketika digelandang petugas.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Sedikitnya 59 budak narkoba dimasukkan ke jeruji besi selama Februari 2022 oleh Ditresnarkoba Polda Kalteng dan Polres jajaran.
Dari pengungkapan satu bulan itu, petugas menyita barang bukti sabu seberat 1.958,35 gram, pil ekstasi 42 butir, karisoprodol 322 butir dan obat daftar G sebanyak 1.250 butir dari berbagai merek.
Apabila dibandingkan dengan pengungkapan kasus di Januari 2022, terjadi penurunan baik dari jumlah kasus, tersangka dan barang bukti.
Pada Januari, Ditresnarkoba Polda Kalteng dan Polres jajaran berhasil mengungkap 80 kasus dengan 103 tersangka dan barang bukti sebanyak 4.343 gram, ekstasi 162 butir.
Direktur Resnarkoba Polda Kalteng Kombes Pol Nono Wardoyo mengatakan, jalur peredaran narkoba di Kalteng masih dengan pola yang sama, yakni melalui jalur darat melewati Kalimantan Barat ke Lamandau dan sekitarnya. Kemudian dari Banjarmasin ke Palangka Raya, dan dari Jawa atau dari Surabaya melalui kapal laut masuk ke wilayah Sampit atau Pangkalan Bun.
“Tentunya peredaran narkoba kini terus berinovasi dengan modus baru. Komitmen kita masih sama, pemberantasan menuju Kalteng Bersinar, bersih dari narkoba,” tegasnya, Rabu (16/3).
Sebagai efek jera, lanjut Nono, pihaknya juga memberlakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepada salah satu tersangka berinisial S yang diungkap pada Februari.
Dari hasil pengungkapan terhadap tersangka S di Katingan, diketahui bisnis haram tersebut sudah dilakukan hampir satu tahun lamanya. Selama satu tahun tersebut, yang bersangkutan telah mendapatkan hasil dan kemudian membeli barang yang merupakan hasil dari penjualan narkoba. Di antaranya satu unit mobil Avanza dan uang tunai sebanyak Rp63 juta, buku tabungan STNK/BPKB, dengan total Rp200 juta.
“Ini masih kita lakukan pendalaman dan pengembangan apakah ada barang bukti lain yang dilarikan atau digunakan dari hasil penjualan narkoba,” tuturnya.
Nono menambahkan, dari 11 tersangka yang diungkap selama Februari oleh Ditresnarkoba, rata-rata bertindak sebagai kurir dan pengedar. Sedangkan S, selain sebagai pengedar juga bertindak sebagai bandar.
“Untuk wilayah Katingan, boleh dikatakan yang bersangkutan memiliki jaringan yang cukup kuat sehingga kita merasa yakin dan percaya, bisa kita terapkan TPPU,” tutupnya. fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.