PPKM Level 3 Diperpanjang 28 Maret

ILUSTRASI/NET

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Palangka Raya ternyata masih diperpanjang hingga 28 Maret mendatang. Hal ini sebagaimana diatur dalam Inmendagri Nomor 17/2022 tentang PPKM luar Jawa-Bali.
“Hari ini kita sudah menerima salinan Inmendagri tentang PPKM dan kita masih PPKM Level 3 sampai akhir bulan ini,” kata Januar Harpriansyah, Wakil Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, saat ditemui Tabengan, Selasa (15/3).
Januar mengungkapkan, ada beberapa hal yang jadi penyebab belum turunnya level PPKM tersebut kepada level di bawahnya. Selain karena fluktuasi kasus harian konfirmasi positif Covid-19 yang masih terjadi cukup tinggi, juga karena belum 100 persennya pelaksanaan tracing terhadap data New All Record (NAR) oleh tim dari Dinas Kesehatan.
Selain itu, jelas Januar, sumber daya manusia yang ada di tim kesehatan saat ini dinilai masih kurang dalam menjalankan tracing pada puluhan hingga ratusan kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
“Namun Tim Satgas Kota tak akan henti-hentinya turun ke lapangan guna menekan kasus sebaran Covid-19, dan menurunkan PPKM ini hingga level 2 bahkan level 1. Kami juga akan terus memperkuat pelaksanaan pengawasan protokol kesehatan melalui operasi yustisi, dan vaksinasi dosis 1, 2 ataupun booster akan terus dimasifkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, kasus Covid-19 di kota setempat cenderung mengalami penurunan. Jika pekan sebelumnya masih ada antara 50 sampai 100 kasus positif/hari, kini perlahan turun hingga di bawah 50 kasus. Sedangkan untuk kesembuhan, rata-rata sudah ada di atas 100 kesembuhan/hari.
“Zona hijau saat ini sudah ada 11 kelurahan, zona kuning 4 kelurahan, zona oranye 3 kelurahan dan zona merah 12 kelurahan,” bebernya.
Ia turut mengimbau masyarakat untuk tidak abai dan tetap menerapkan prokes meski kasus penularan Covid-19 sudah melandai.
“Tetap patuhi prokes, karena ini salah satu upaya mencegah penularan dan jangan lupa ikut sukseskan vaksinasi hingga dosis ketiga,” ujar Emi.
Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, pihaknya akan terus menggencarkan kembali sosialisasi penerapan prokes dan meningkatkan kapasitas tes. Selain itu, meningkatkan vaksinasi dan mendorong penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
“Contohnya di sebuah kafe, kalau menggunakan aplikasi ini bisa dilihat berapa orang pengunjungnya, sehingga tidak terjadi kerumunan,” ungkapnya.
Emi berharap kolaborasi dan koordinasi semakin diperkuat melalui keterlibatan berbagai pihak dalam menangani pandemi. Saat ini pemerintah diakuinya tidak bisa sendiri dalam menangani virus Covid-19, namun semua harus ikut serta mendukung. rgb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.