Senat Universitas UPR Bentuk Satgas Merumuskan Arah Kebijakan Masa Depan

TABENGAN/NOVAN KOMITMEN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN-Rektor UPR saat memimpin rapat senat di gedung PPIIG, jalan Hendrik Timang, belum lama ini.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Sejak berdiri tahun 1963, Universitas Palangka Raya (UPR) terus berkembang. Bahkan selama tahun 2018 – 2022 di bawah kepemimpinan Rektor Dr Andrie Elia,SE, M,Si, perguruan tinggi tertua di Kalteng ini mengalami kemajuan yang pesat baik dari bidang infrastruktur dan capaian bidang akademik.
Koordiantor (Koordinator) Satgas Prof Dr Danes Jaya Negara SE MSi CEIA, Saat dibincangi Tabengan di gedung Rektorat UPR, jalan Hendrik Timang, Senin (14/3) menyampaikan, bahwa pembangunan UPR yang telah berjalan saat ini harus berkelanjutan dan bergerak maju. Sehingga, apa yang telah dicapai terus ditingkatkan. Bahkan, Senat UPR merasa perlu merumuskan arah kebijakan dan pengembangan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Universitas Palangka Raya tahun 2022 -2026.
Oleh Karena itu Senat Universitas membentuk Satgas untuk menyusun rumusan arah kebijakan itu sesuai dengan aspirasi internal UPR dan masyarakat (stakeholder). “Rumusan ini akan menjadi panduan siapa pun yang akan memimpin UPR ke depan,” ucapnya.
Dijelaskan, pembangunan berkelanjutan ini mengapa menjadi penting, karena itu yang telah dilakukan oleh universitas-universitas papan atas dunia seperti Oxford, Cambride. Mereka melakukan proses pembangunan berkelanjutan dengan tradisi keilmuan dan filosofi kebijaksanaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Ini juga yang dianut oleh universitas-universitas besar di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung. Apalagi saat ini ada beberapa hal yang menjadi perhatian UPR ke depan dalam penyusunan arah dan kebijakan ini,” tandasnya
Beberapa diantaranya yaitu, mempersiapkan kampus UPR menyongsong Ibu Kota Negara yang telah ditetapkan di Kaltim, mewujudkan UPR sebagai Badan Layanan Umum (BLU), mewujudkan target Indikator Kinerja Utama (IKU), meningkatkan peringkat UPR, mewujudkan digitalisasi pendidikan, mewujudkan globalisasi pendidikan (peningkatan kerjasama internasional) dan terakhir mewujudkan pencapaian standar pendidikan nasional atau bahkan melampaui.
Kendati demikian, sambungnya, ini Satgas telah bekerja dengan dibantu oleh Tim Kerja yang berjumlah 17 orang dan diketuai oleh Dr. Sutan Silitonga, dimana tim Kerja ini akan menghimpun masukan dari internal UPR dan dan masyarakat yang merupakan stakeholder.
“Ada enam kelompok yang akan menjadi narasumber focus group discussion (FGD) untuk menghimpun keinginan dan masukan untuk UPR masa depan, yaitu FGD dosen yang melibatkan 186 orang mewakili dari dekanat, jurusan, program studi, dosen senior dan junior, kemudian tenaga kependidikan, 45 orang besaral dari koordiantor TU, sub koordinator, tenaga kependidikan senior dan junior, lalu mahasiswa berjumlah 51 orang dari BEM, DPM universitas, fakultas dan perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta mantan pejabat UPR dan senior yang berjumlah 30 orang,” cetusnya.
Kelompok kelima dan keenam adalah para stakeholder. Yakni , pewakilan dunia usaha sebanyak 30 orang, dan keenam masyarakat yang diwakili para tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda, pemerhati lingkungan, HAM, perlindungan anak dan perempuan.
“Setelah semuanya selesai dihimpun dan dirumuskan, maka hasilnya akan dibawa ke Rapat Senat Universitas untuk ditetapkan sebagai rumusan arah kebijakan dan pengembangan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan UPR 2022 – 2026 ,” pungkasnya.
Satgas yang dibentuk Senat UPR ini beranggotakan Prof Dr Danes Jaya Negara SE MSi CEIA, Prof Dr Suandi Sidahuruk, MPd, Prof Dr Sulmin Gumiri MSc, Prof Dr Maria Luardini MA, Dr Ir Sosilawaty MP, Dr Siti Sunariyati MSi, Wijanarka ST MT, yang telah bekerja sejak Februari sampai dengan awal April 2022. nvd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.