HUKUM  

Dua Penjual Sisik Trenggiling Divonis 9 Bulan

Sisik Trenggiling

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Terdakwa Ferry Santoso dan Budiman terbukti bersalah melakukan penjualan tubuh binatang dilindungi dalam sidang Pengadilan Negeri Palangka Raya, Selasa (15/3).

“Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyimpan atau memiliki kulit tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi,” tegas Ketua Majelis Hakim Heru Setiyawan.

Ferry dan Budiman masing-masing menerima vonis penjara selama 9 bulan dan denda Rp3 juta subsider 1 bulan kurungan. Keduanya tertangkap secara terpisah saat hendak menjual sisik trenggiling kepada aparat yang menyamar sebagai pembeli.

Ferry tertangkap dengan barang bukti sisik trenggling seberat 12 kilogram dan Budiman dengan sisik seberat 4,5 kilogram.

Dalam perkara Ferry, berawal ketika tim pada Bidang Konservasi Sumber Daya Alam melakukan penelusuran pada media sosial Facebook Kereta Barindeola yang mencantumkan menerima penjualan sisik trenggiling. Ferry rupanya tertarik dan menghubungi petugas dengan nama samaran Fitri pada 14 Agustus 2021.

“Sisik trenggiling berapa beli per kg pak?” tanya Ferry melalui pesan singkat. Saat menawar harga Rp900.000 per kilogram sisik trenggiling, Ferry mengaku punya 12 kilogram dan merasa tawaran terlalu rendah. Esok harinya Ferry menghubungi lagi dan kali ini dijawab bahwa Fitri siap membeli sisik trenggiling seharga Rp4,5 juta per kilogram.

Fitri mengatakan akan pergi ke Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat untuk mengambil sisik tersebut. Fitri memberi tahu bahwa sudah terkumpul 11,8 gram sisik trenggiling dengan harga Rp6 juta per kilogram. Saat bertemu pada tempat yang dijanjikan, Fitri bersama tim dari Ditreskrimsus Polda Kalteng menangkap Ferry di depan Hotel Andika Jalan Hasanudin Kabupaten Kotawaringin Barat lalu membawanya untuk diproses hukum lebih lanjut, Rabu (27/10).

Sedangkan Budiman tertangkap dalam perkara berbeda di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Kotawaringin Timur juga pada hari Rabu (27/10/2021). Budiman menawarkan sisik trenggiling seberat 4,5 kilogram pada grup jual beli Facebook.

Setelah beberapa kali berkomunikasi diketahui Budiman memiliki sisik trenggiling sebanyak 4,5 kg dan akan dijual dengan harga Rp.3,5 juta per kilogram. Budiman akhirnya tertangkap dan dibawa ke Mapolda Kalteng. Dalam persidangan terpisah, Ferry dan Budiman terjerat ancaman  pidana dalam Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2)  huruf D UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. dre

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.