HUKUM  

Dana Desa untuk Beli Mobil, Kades Talio Hulu Jadi Terdakwa Korupsi

TIPOKOR- Sidang Tipikor dengan terdakwa mantan Kepala Desa Talio Hulu di Pengadilan Tipikor Palangka Raya, Senin (14/3). ANDRE

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Mantan Kepala Desa Talio Hulu, Kabupaten Pulang Pisau, Markuat mulai menjalani persidangan sebagai terdakwa tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor Palangka Raya, Senin (14/3).

“Terdakwa menggunakan Dana Desa (DD) untuk kebutuhan sehari-hari dan digunakan terdakwa untuk membayar pembelian mobil pikap L-300 sekitar tahun 2019 yang telah terdakwa jual untuk menutupi utang terdakwa saat membangun rumah,” beber Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam surat dakwaan JPU, pada 15 Januari 2018, Kepala Desa Talio Hulu menetapkan Peraturan Nomor 1 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Talio Hulu Tahun Anggaran 2018. Peraturan tersebut berisi penganggaran anggaran pendapatan dan belanja yang bersumber dari DD.

Namun, Markuat secara melawan hukum telah mengelola, menggunakan dan mempertanggungjawabkan DD Talio Hulu Tahap I, II, dan Tahap III Tahun Anggaran 2018 dan 2019 tidak sesuai. Perbuatan tersebut bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa dan Peraturan Bupati Pulang Pisau Nomor 5 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengadaan Barang Jasa di Desa. Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara BPKP Perwakilan Kalimantan Tengah Nomor: SR-1980/PW15/5/2021, menyatakan rangkaian perbuatan Markuat mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp794.833.310.

JPU menjerat Markuat dengan ancaman pidana dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo UU No 20/2001 tentang Perubahan atas UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor. dre

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.