Rektor UPR Optimis Capai Peringkat Ketiga IKU Perguruan Tinggu Se-Indonesia

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah (Kalteng) Andrie Elia Embang

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Dr. Andrie Elia, SE, M.Si, optimis Civotas Akademika UPR mampu mencapai urutan ke III, perihal pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 7 dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta se – Indonesia.
Hal ini disampaikan Andrie Elia, saat dibincangi Tabengan di sela berlangsungnya Rapat Senat terbuka, di Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG) UPR, jalan Hendrik Timanh, Kamis (10/3). Menurutnya, tahun 2021 civitas akademika UPR berada diperingkat 7 terbaik se – Indonesia dan tahun 2022 prestasi UPR kembali meningkat sehingga berhasil menduduki peringkat 4.
“Tahun lalu kita berada diperingkat 7 dalam IKU. Namun tahun 2022 kita berhasil meraih peringkat ke 4 dari seluruh Universitas Negeri maupun swasta se – Indonesia. Bahkan saya optimis UPR mampu meraih peringkat ke 3 tahun ini,” ucapnya.
Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini juga mengatakan, bahwa IKU ditentukan berdasarkan 8 kriteria. Diantaranya yaitu lulusan mendapat pekerjaan yang Layak, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dalam kampus, hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat, program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, serta yang terakhir program studi berstandar internasional.
“Peringkat IKU dinilai berdasarkan 8 kriteria dan tentunya kita bersyukur bisa masuk dalam 4 terbaik se – Indonesia tahun 2022. Apalagi dalam perolehan peringkat IKU terdapat Reward berupa anggaran yang diberikan langsung oleh kementerian dalam rangka peningkatan Kualitas pendidikan khususnya di tingkat Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Kendati demikian, apabila UPR berhasil masuk dalam peringkat 3, Reward yang diberikan oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan dialokasikan untuk meningkatkan fasilitas perkuliahan, dalam rangka mewujudkan sistem perkuliahan berbasis Smart Classroom.
“Saat berada diperingkat 7 tahun lalu, kita mendapat reward berupa anggaran sebesar Rp 2,1 Milyar, dimana anggaran tersebut kita alokasikan untuk pembangunan gedung PPIIG dan Gedung Kembar Merah Putih. Kemudian, apabila kita berhasil mencapai peringkat ketiga, anggaran yang dikucurkan oleh kementerian juga lebih besar dan akan kita alokasi untuk meningkatkan fasilitas perkuliahan berbasis Smart Classroom,” pungkasnya. nvd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.