BPS: 2021, Produksi Padi Kalteng Turun

Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah (BPS Kalteng) kembali merilis data statistik ekonomi Kalteng Tahun 2021, dan sampai Februari 2022. Sejumlah komponen disampaikan dalam rilis rutin BPS Kalteng di antaranya Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalteng, Perkembangan Nilai Tukar Petani Kalteng, Perkembangan Jasa Akomodasi Kalteng, Perkembangan Jasa Transportasi Kalteng, Perkembangan Perdagangan Luar Negeri, dan terakhir Luas Panen dan Produksi Padi Kalteng.
Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro mengatakan, Luas Panen dan Produksi Padi Kalteng tahun 2021 berdasarkan angka tetap mengalami penurunan. Pada 2021, luas panen padi mencapai sekitar 125,87 ribu hektare dengan produksi sebesar 381,19 ribu ton GKG.
Jika dikonversikan menjadi beras, maka produksi beras pada 2021 mencapai 226,43 ribu ton. Luas panen padi pada 2021 mencapai sekitar 125,87 ribu hektare, mengalami penurunan sebanyak 17,41 ribu hektare atau 12,15 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 143,28 ribu hektare.
“Produksi padi pada 2021 sebesar 381,19 ribu ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 76,76 ribu ton GKG atau 16,76 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 457,95 ribu ton GKG. Produksi beras pada 2021 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 226,43 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 45,60 ribu ton atau 16,76 persen dibandingkan produksi beras di 2020 yang sebesar 272,03 ribu ton,” kata Eko Marsoro, Senin (1/3).
Berdasarkan hasil Survei KSA, kata Eko Marsono, realisasi panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2021sebesar 125,87 ribu hektare, atau mengalami penurunan sekitar 17,41 ribu hektare (12,15 persen) dibandingkan 2020 yang mencapai 143,28 ribu hektare.
Pada 2021, puncak panen terjadi pada bulan Agustus, yaitu mencapai 30,01 ribu hektare. Puncak panen padi yang terjadi pada bulan Agustus 2021 relatif sama dengan puncak panen padi 2020.
Sementara itu, urai Eko Marsono, luas panen padi pada Januari 2022 mencapai 0,99 ribu hektare, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2022 diperkirakan seluas 44,64 ribu hektare. Dengan demikian, total luas panen padi pada Januari-April 2022 diperkirakan mencapai 45,63 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 3,41 ribu hektare (8,08 persen) dibandingkan luas panen padi pada subround Januari-April 2021 yang sebesar 42,22 ribu hektare.
Produksi padi di Kalteng sepanjang Januari hingga Desember 2021 mencapai sekitar 381,19 ribu ton GKG, atau mengalami penurunan sekitar 76,76 ribu ton GKG (16,76 persen) dibandingkan 2020 yang sebesar 457,95 ribu ton GKG. Produksi padi ter􀦞 nggi pada 2021 terjadi pada Agustus, sebesar 92,50 ribu ton GKG sementara produksi terendah terjadi pada bulan Desember, sebesar 2,18 ribu ton GKG. Berbeda dengan kondisi pada 2021, produksi padi tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan September.
Penurunan produksi padi yang cukup besar pada 2021 terjadi di beberapa wilayah potensi penghasil padi seperti Kapuas, Katingan, dan Kotawaringin Timur. Di sisi lain, beberapa kabupaten/kota mengalami peningkatan produksi padi yang relatif besar, misalnya Pulang Pisau, Barito Timur, dan Palangka Raya.
Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2021 adalah Kapuas, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur. Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan produksi padi terendah adalah Palangka Raya, Kotawaringin Barat dan Gunung Mas.ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.