Palangka Raya, Kotim, Kapuas Lewati Puncak Penularan

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) Rini Fortina

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan dari ahli epidemiologi, kasus penularan virus Corona di beberapa daerah sudah mulai terdeteksi adanya penurunan. Sebaliknya, di sejumlah daerah kasusnya menanjak naik.
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan, 3 daerah yang ada tanda-tandanya mulai terjadi penurunan kasus, Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas.
“Minggu lalu itu mulai masuk puncaknya, terlihat mulai menurun, data penularan harian itu memang terlihat drastis sekali turunnya. Penurunan harian 3 kota ini kumulatifnya 41 persen. Tapi akumulasinya tetap ke provinsi,” kata Rini, Kamis (3/3).
Meskipun terjadi penurunan, menurut Rini, bukan berarti tidak ada penularan lagi. Setelah penularannya turun biasanya diiringi dengan menyusulnya kematian dan perawatan. Sementara itu, daerah lainnya masih belum terdeteksi tanda-tanda adanya penurunan dan masih menanjak terus kasusnya.
PAEI mengingatkan, meskipun 3 daerah itu terjadi penurunan namun masyarakat diminta jangan sampai lengah. Petugas di garda terdepan untuk pencegahan bergerak kuat sekali, kemudian testing di klinik dan laboratorium, setelah hasilnya positif, kerja keras lagi para dokter melakukan perawatan di rumah sakit.
“Kalau kita ikuti irama itu, kita akan cepat bisa minimalisir yang derajat sedang sampai berat. Masyarakat yang positif itu perlu dijaga jangan sampai masuk ke derajat yang sedang sampai berat. Jangan sampai masuk rumah sakit,” imbuh Rini.
Ditambahkan Rini, saat masyarakat menjalani isoman itu betul-betul diperhatikan. Jangan anggap enteng hasil positif dan jangan lengah komunikasi dengan fasilitas kesehatan karena harus tetap dilanjutkan dengan terapi obat.
Sementara itu, PAEI mengimbau kepada masyarakat kasus di daerahnya belum turun, pencegahannya harus dimasifkan dan ketat prokes. Ketika mulai merasa ada gejala seperti flu, batuk dan demam, secepatnya memeriksa diri, isolasi diri dan pemerintah tegas jangan ada kerumunan. Kemudian untuk pelaku perjalanan dicek supaya penularan transfusi lokal tidak cepat terjadi meskipun pasti terjadi tetapi bisa diperlambat.
“Daerah yang belum puncak tergantung dari kedisiplinan masyarakatnya dan prokesnya, pemerintah kerja sama dalam kapasitas prosesnya. Jadi tergantung kerja samanya saja antara masyarakat dan pemerintah. Jangan masyarakatnya yang lengah dan abai,” imbuh Rini. yml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.