Hukrim  

BNNP Musnahkan 1 Kg Sabu

TABENGAN/FERY PEMUSNAHAN - Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Roy Siahaan dan tamu undangan saat memusnahkan barang bukti sabu.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Satu kilogram narkoba jenis sabu dimusnahkan BNNP Kalimantan Tengah pada Selasa (1/3). Pemusnahan dilakukan dengan melarutkan sabu ke dalam cairan pembersih. Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan, pemusnahan barang bukti sebagai aturan di dalam undang-undang, yang mengharuskan segala sitaan barang bukti yang dikaitkan dengan pemberantasan narkoba harus dimusnahkan.
“Pada Januari-Februari kita ungkap tiga kasus dengan barang bukti total 1.150 gram. Tersangka delapan orang, dua diantaranya narapidana di salah satu Lapas di Kalteng,” katanya. Ia meyakinkan, BNNP Kalteng akan terus melakukan pemberantasan narkoba yang kini bukan mereda, namun makin merajarela. Selain di sisi pemberantasan, BNNP Kalteng juga melakukan deteksi dini melalui program fungsi pencegahan dan rehabilitasi.
“Kita berharap kerjasama antar instansi dapat terus ditingkatkan, termasuk dengan pihak Lapas agar bisa terus mencegah masuknya alat komunikasi ke dalam penjara. Kalau alat komunikasi bisa dicegah, saya yakin dan percaya, oknum narapidana yang ada di Lapas tidak bisa beroperasi mengendalikan peredaran narkoba, baik melalui kurir atau mereka-mereka yang mengedarkan narkoba di luar,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Roy juga berpamitan kepada tamu undangan yang hadir karena telah dipindah tugaskan ke BNN RI sebagai deputi pemberantasan. Ia mengaku bahagia dapat bertugas di Kalteng. “Pertanggungjawaban saya bukan semata-mata kita bisa mengungkap kasus ini hanya berkaitan dengan tugas pokok. Tapi bagaimana pertanggungjawaban saya kepada Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan amanah ini kepada saya. Khususnya saya berharap masyarakat atau wilayah Kalteng ini memang benar-benar mendapatkan impact dari keberadaan kami di BNNP Kalteng,” ungkapnya.
Roy turut berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah menyiapkan wadah rehabilitasi bagi warga yang terpapar narkotika, yakni rumah sakit daerah. “Saya berharap kepala BNNP yang baru terus menjaga program yang sudah dicanangkan, termasuk untuk wilayah Kampung Ponton yang sudah kita coba sinergikan dengan pemerintah daerah. Ke depan kampung Ponton kita siapkan sebagai destinasi kuliner maupun destinasi wisata. Itu sudah kita mulai dari sekarang, semoga harapan itu bisa terwujud,” harapnya. fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.