Peringatan Isra dan Mi’raj, Momentum Pererat Ukhuwah Wathaniyah

MOMENTUM- H. Agustiar Sabran bersama tokoh agama dalam momentum peringatan Isra Mi'raj selain dapat meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT juga dapat Mempererat tali Ukhuwah Wathaniyah atau Persaudaraan Kebangsaan. ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Isra dan Mi’raj adalah peristiwa penting dan bersejarah bagi umat Islam, sehingga ada banyak makna dan hikmah Isra Mi’raj yang dapat diambil untuk diterapkan dalam kehidupan seorang Muslim.

Dalam kisahnya, Isra dan Mi’raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW bertemu Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dilanjut lagi ke Sidratul Muntaha (langit ke tujuh).

Isra’ Mi’raj atau yang sering disebut dengan Al-Isra wal Mi’raj merupakan peristiwa yang melekat dengan kerisalahan Nabi Akhiruzzaman (akhir zaman) Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dalam perjalanan sejarahnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan Kalteng H Agustiar Sabran S.Kom mengatakan bahwa momentum peringatan Isra Mi’raj selain dapat meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT juga dapat mempererat tali Ukhuwah Wathaniyah atau Persaudaraan Kebangsaan.

“Makna atas peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengucapkan selamat memperingati Isra Mi’raj Rasulullah SAW. Namun harus juga sebagai motivasi diri sendiri untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta, Allah SWT, dan mempererat Tali Persaudaraan Kebangsaan”, katanya, Minggu (27/2).

Pria yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng tersebut mengajak semua umat untuk senantiasa rapatkan shaf sosial diantara sesama, berjamaah membantu sesama, dan bahu-membahu menangani masalah Covid-19 yang masih melanda negeri tercinta

“Berbagai masalah sosial di sekitar kita harus disikapi dan ditanggapi bersama. Mari tunaikan kewajiban shalat dan perbanyak ibadah kita, Serta mari meraih kemenangan dengan persatuan dan persaudaraan,” tambah politikus PDIP tersebut.

Ditambahkan H Agustiar, peringatan Isra Mi’raj haruslah dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan sebagai bahan instrospeksi diri dalam hal meningkatkan kualitas diri, baik dari sisi keimanan kepada Allah, bersosialisasi kepada orang lain dan menjadi pribadi yang lebih baik.

“Hal yang tak kalah penting meneladani sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan bagi kita semua dalam menjalankan aktivitas dan kehidupan bermasyarkat,” tuturnya.

Momentum ini pula hendaknya dimanfaatkan untuk tetap istiqomah, mengikat diri terhadap ajaran Islam yang utuh, menyempurnakan akhlak dengan menjabarkan, menerjemahkan serta merespon pesan dan nilai Islam ke dalam seluruh aspek kehidupan.

Selain itu sebagai pedoman pencerahan bagi sikap dan tindakan semua pihak, sehingga dari waktu ke waktu, semua amaliah baik akan mengalami peningkatan dari segi kualitas maupun kuantitas.

H Agustiar juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19 yang masih mengancam ditengah-tengah kehidupan. Untuk itu penerapan protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan) menjadi hal yang wajib. Termasuk mengikuti vaksinasi.

“Dengan demikian sebagai upaya bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona di tanah air dan juga Kalteng pada khususnya,” terangnya. ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.