WISATA  

Wisata Bukit Tungkul Lisung Belum Terjamah

TABENGAN/YULIANSYAH WISATA - Kalimantan Tengah kaya akan potensi wisata alam tersembunyi. Salah satunya terdapat di Dusun Tosah, Desa Jakatan Pari, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas. Masyarakat sekitar menyebutnya Bukit Tungkul Lisung.

KUALA KAPUAS/TABENGAN.COM- Kalimantan Tengah kaya akan potensi wisata alam tersembunyi. Salah satunya terdapat di Dusun Tosah, Desa Jakatan Pari, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas. Masyarakat sekitar menyebutnya Bukit Tungkul Lisung.
Walaupun berjarak hanya 10 kilometer dari Ibu Kota Sei Hanyo, bukit setinggi 2 kilometer itu belum begitu terjamah. Keberadaannya perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah, terutama Dinas Pariwisata Kabupaten Kapuas.
Bukit Tungkul Lisung memiliki 3 titik objek wisata. Mulai air terjun dan jeram, bongkahan batuan besar yang berbentuk berbagai macam spesies hewan, hingga batu gantung yang menyerupai goa. Menariknya lagi, apabila berada di lokasi ujung dapat dengan leluasa melihat Kabupaten Murung Raya dari kejauhan.
Kelompok masyarakat setempat yang peduli dengan lingkungan sangat mengharapkan adanya campur tangan Pemkab mengolah lokasi tersebut agar jangan sampai dirusak. Selain dapat meningkatkan PAD dari sumber wisata, juga dapat meningkatkan pendapatan tambahan bagi warga sekitar.
Harapan itu disampaikan Bambang Supriadi dan Pak Ndut, warga setempat yang mengajak Tabengan melihat secara langsung ke lokasi objek wisata Bukit Tungkul Lisung, baru-baru ini.
Menurut mereka, banyak hal yang bisa dijual kepada wisatawan. Misalnya, tempat pemadian air terjun dengan air berwarna merah dan dipercaya masyarakat sekitar adalah tempat pemandian Bawi Kameloh.
Kemudian bebatuan besar yang berbentuk berbagai macam hewan serta goa yang dipercaya sebagai lokasi pertapaan sekaligus persembunyian para pejuang karena lokasinya tepat di bawah tebing. Di sana ada bekas-bekas perapian dan tempat seperti menyerupai kamar tidur.
Walaupun diguyur hujan deras dan pada saat berteduh di dalam lokasi bebatuan gantung yang berbentuk seperti goa tersebut, tim yang berkunjung tidak mengalami basah kecipratan air.
Selain itu, hutan di Bukit Tungkul Lisung ini juga tergolong masih perawan karena di sepanjang jalan menuju lokasi tidak terlihat adanya bekas dijamah, seperti penebangan pohon. Kalau lokasi ini terbuka, maka para wisatawan akan disuguhi dengan adanya juntaian akar bajakah.
“Kami sangat mengharapkan, Pemkab dalam hal ini dinas terkait dapat mengolah lokasi ini untuk dapat dibenahi agar terjaga keasriannya. Takutnya kalau dibiarkan, selain akan rusak alam ekosistem yang ada di dalamnya oleh aktivitas ilegal, sudah barang tentu objek ini tidak akan ada nilainya lagi. Setidaknya akan ada pendapatan bagi kami warga sekitar apabila lokasi ini terbuka bagi para wisatawan,” kata Bambang yang diamini oleh Simpek. c-yul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.