HUKUM  

Pasutri Laporkan Notaris Diduga Palsukan Tanda Tangan

TABENGAN/FERY BUKTI – H Jamari dan Hj Yulida memperlihatkan bukti pemalsuan tanda tangan dan tanda tangan yang asli.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Seorang notaris berinisial AP yang berdomisili di Kabupaten Katingan dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga melakukan pemalsuan tanda tangan. Laporan dilayangkan pasangan suami istri H Jamari (50) dan Hj Yulida (45) setelah munculnya surat Hak Tanggungan yang dikeluarkan kantor notaris AP berisikan tanda tangan palsu keduanya.
Kuasa hukum pelapor, Fachri, mengatakan kejadian berawal ketika kliennya mengajukan pinjaman uang senilai Rp1 Miliar kepada BRI di Kabupaten Katingan dengan jaminan enam pintu ruko pada 2013 lalu. Saat itu pelapor tidak pernah menandatangani surat Hak Tanggungan maupun mengenal notaris AP.
Pada 2015, pelapor mengalami gagal bayar dan mengakibatkan asset akan dieksekusi oleh pihak bank. Di pengadilan terungkap ada surat Hak Tanggungan sebagai dasar eksekusi dari asset pelapor yang sebelumnya tidak pernah ditandatangani. Ketika dilihat, ternyata tanda tangan telah dipalsukan karena berbeda jauh dari tanda tangan pasutri tersebut.
“Tanda tangan klien kami yang ada di Hak Tanggungan itu jauh berbeda dengan yang asli. Di persidangan juga sudah diungkapkan dengan menunjukkan tanda tangan asli melalui dokumen-dokumen penting,” katanya didampingi H Jamari dan Hj Yulida, Kamis (24/2) siang.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pelapor agar aset yang disita dapat dikembalikan, seperti melakukan sidang gugatan hingga ke proses kasasi. Namun bermodalkan surat Hak Tanggungan dengan tanda tangan palsu tersebut, aset justru dilakukan pelelangan. “Jadi aset korban ini dilelang pada saat korban masih menjalani proses sidang. Bahkan nilai yang dilelang pun jauh lebih murah dari nilai aset. Harusnya aset korban itu kurang lebih mencapai Rp 6 miliar,” ujarnya.
Upaya lain telah ditempuh pelapor dengan melaporkan notaris AP ke Badan Pengawas Notaris. Namun kliennya disarankan untuk melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. “Klien kita sudah melaporkan tindak pidana pemalsuan tanda tangan ke Bareskrim Mabes Polri yang kemudian ditindaklanjuti dan diteruskan ke Ditreskrimum Polda Kalteng. Kami meminta agar kasus klien kamu dapat diusut tuntas dan memperoleh keadilan yang sebenar-benarnya,” tegasnya. fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.