Ekobis  

Dibatasi 1 Liter, Penjual Gorengan Enggan Antre

DANIEL/TABENGAN GORENGAN- Mama Lisa saat menyiapkan dagangannya.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Meskipun Pemerintah Kota bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Palangka Raya menggelar pasar murah untuk menyalurkan minyak goreng harga subsidi, namun tidak semua warga memanfaatnya.
Seperti penjual kue gorengan di Jalan Rinjani. Mama Lisa, demikian sapaan wanita penjual gorengan tersebut, kepada Tabengan, Kamis (24/2), menuturkan, lebih baik membeli di pasar sekalipun harganya masih tinggi.
Pasalnya, jika mengantre pasar murah yang digelar Pemko di beberapa kelurahan, pembelian dibatasi hanya 1 liter. Padahal, untuk keperluan usahanya dalam sehari Mama Lisa menghabiskan sedikitnya 3 liter minyak goreng.
“Sehari habis 3 liter, beli di pasar saja 1 liter ada yang Rp15 ribu, ada yang Rp16 ribu. Yang penting tidak antre usaha bisa jalan,” bebernya.
Sebagaimana diketahui, polemik minyak goreng hingga saat ini memang belum tuntas terurai. Pemerintah baik pusat maupun daerah tengah mengambil langkah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Hanya saja, kekosongan minyak goreng yang berlarut larut kurang lebih 3 minggu berjalan menyisakan dampak bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan usaha kecil masyarakat lainnya. dsn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.