Ribuan Warga Kalteng Isoman

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr H Suyuti Syamsul

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Varian Omicron disebut memiliki gejala yang ringan dibandingkan dengan varian Delta. Tingkat penularan lebih cepat namun angka kematian lebih rendah, hal ini membuat masyarakat menyepelekan bahkan cenderung menganggap remeh.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dr Suyuti Syamsul menyampaikan, meskipun memiliki gejala ringan sehingga sebagian masyarakat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah, namun tidak bisa dianggap sepele karena varian Omicron berbahaya pada orang yang memiliki komorbid.
“Varian Omicron memang gejalanya ringan, vaksinasi membuat orang yang terkena tidak mengalami gejala atau hanya bergejala ringan, tapi orang yang memiliki komorbid dan yang tidak vaksin gejalanya berat dan berbahaya, bisa sampai kematian,” kata Suyuti, Rabu (23/2).
Data terkonfirmasi positif di Kalteng yang menjalani isoman sampai dengan Kamis (24/2), sebanyak 3.627 orang, rawat inap 296 orang. Peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di Kalteng akibat meningkatnya mobilitas masyarakat dan menurunnya disiplin prokes. Kemudian varian Omicron dianggap tidak berbahaya, pelaku perjalanan udara juga ditemukan ada yang positif dan rendahnya disiplin menjalankan isoman.
Menurut Suyuti, daerah sudah mengembangkan berbagai cara untuk memantau mereka yang menjalankan isoman. Dengan jumlah isoman mencapai ribuan orang, tidak semuanya bisa terpantau. Warga yang menjalani isoman diminta sadar tanggung jawabnya mencegah penularan dengan menerapkan prokes secara baik, tidak bepergian sampai memastikan kondisinya negatif.
Capaian vaksinasi di Kalteng cukup bagus, bahkan beberapa daerah sudah melebihi target. Namun, untuk beberapa daerah yang belum capai target, terus mengembangkan pendekatan baru dalam percepatan vaksinasi seperti kerja sama lintas sektor, pemberian hadiah undian, vaksinasi jemput bola dan inovasi lainnya.
Penyebab belum tercapainya target vaksinasi, terutama pada kelompok tertentu dikarenakan beberapa orang menolak divaksin, bersedia divaksin dengan jenis vaksin tertentu. Kemudian mobilitas yang tinggi pada pekerja dari luar Kalteng sehingga hanya sempat mendapatkan vaksin dosis pertama.
Selain itu, masyarakat juga merasa sudah cukup dengan vaksin sekali, geografis sejumlah daerah sulit dijangkau. Tenaga Kesehatan (Nakes) juga ikut tertular sehingga harus menjalankan isolasi, ada juga masyarakat umum dan anak sekolah yang terpapar sehingga tidak bisa divaksin.
Untuk mencegah penularan, langkah yang diambil memperkuat koordinasi dan monitoring. Meningkatkan testing, tracing, khusus varian Omicron. Deteksi Covid bagi pelaku perjalanan dari Pulau Jawa. Meningkatkan vaksinasi primer, lansia, anak dan percepatan booster.
Pemerintah buat surat edaran mempercepat vaksinasi dan pencegahan penularan Covid-19. Optimalisasi pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi. Setiap fasilitas kesehatan tersedia Nakes, obat dan alat kesehatan, serta kepatuhan menerapkan prokes. yml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.