HUKUM  

TRADING, KRIPTO, MONEY GAME-21 Entitas Berkedok Investasi Dihentikan

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah Otto Fitriandy

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah Otto Fitriandy menegaskan, pihaknya telah berulang kali menyuarakan hal yang sama terkait dengan siaran pers yang disampaikan OJK Pusat.
Perbankan dilarang memfasilitasi industri jasa keuangan transaksi yang sifatnya binary option dan trading broker. Menurut Otto, yang perlu jadi perhatian adalah terutama para influencer harus hati-hati dalam memperkenalkan binary Option dan trading tadi.
“Kalau tidak tahu produknya, tidak tahu karakteristik apakah produk yang ditawarkan sudah berizin atau segala macam, mereka harus teliti dulu kordinasi dengan kami, di OJK juga tidak masalah. Karena jangan sampai mereka-mereka ini menjadi pihak juga yang justru memasarkan. Karena nanti kalau sudah ada keluhan, laporan dari masyarakat mereka termasuk yang bertanggung jawab,” tegasnya, Jumat (18/2).
Otto menyebut, OJK tidak pernah mengeluarkan izin untuk binary option dan robot trading forex. Karena OJK juga sudah tegas melarang bank memfasilitasi binary option dan robot trading forex yang patut diduga mengandung unsur penipuan, perjudian atau skema ponzi.
“Untuk itu kami secara tegas meminta dan mengimbau masyarakat untuk lebih jeli, lebih berhati-hati terhadap penawaran-penawaran investasi binary option atau robot trading yang mengaku sudah memiliki izin dari OJK. Sebab, izin itu sudah dipastikan palsu keberadaannya,” imbuhnya.
Masyarakat bisa melakukan pengecekan atau konsultasi kepada kantor OJK yang berada di Kalteng. Hal tersebut telah menjadi catatan OJK, agar masyarakat nanti tidak terjebak pada investasi ilegal.
“Dan saat ini kita, teman-teman juga sudah mendapatkan laporannya, Satgas Waspada Investasi (SWI) sudah banyak melakukan tindakan penutupan terhadap praktik-praktik investasi ilegal, termasuk tindak tegas investasi bodong,” tuturnya.
Namun kembali dipertegas, yang menjadi catatan di sini adalah tindakan yang dilakukan SWI itu akan lebih efektif apabila juga diimbangi dengan kehati-hatian dari masyarakat dalam menerima penawaran-penawaran investasi.
Karena jika nanti masyarakatnya tetap tergiur iming-iming mendapatkan return yang tinggi tidak ada risiko, upaya OJK dan Satgas menjadi sia-sia.
Hal itu disampaikan Otto sejurus dengan rilis dari OJK Pusat terkait SWI telah menghentikan kegiatan 21 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat. Ke-21 entitas itu: 16 kegiatan money game, 3 perdagangan aset kripto tanpa izin, dan 2 perdagangan robot trading tanpa izin.
Selain itu, disebutkan pula sejak 2018 sampai Februari 2022, SWI sudah menutup sebanyak 3.784 pinjaman online ilegal. SWI mendorong penegakan hukum kepada para pelaku pinjol ilegal ini dengan terus menerus juga melakukan pemblokiran situs dan aplikasi agar tidak diakses oleh masyarakat.
Tidak hanya kegiatan pinjol ilegal dan kegiatan investasi ilegal, SWI juga menemukan 5 usaha pergadaian swasta ilegal yang dilakukan tanpa izin dari OJK sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian (POJK). Sejak tahun 2019 sampai Februari 2022 ini, Satgas sudah menutup sebanyak 165 kegiatan pergadaian ilegal. dsn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.