PPKM LEVEL 3-Covid-19 di Kalteng Mengkhawatirkan

Ketua Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra)Duwel Rawing

+Kalteng 459Kasus, Indonesia Bertambah 63.956 Kasus
+Dampak Ekonomi Masyarakat Harus Diperhatikan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM-Melonjaknya kasus penularan Covid-19 varian Omicron, membuat Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menginstruksikan sejumlah wilayah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)baik Level 1, 2 dan 3.
Pemberlakuan PPKM itu dikeluarkan Mendagri Tito Karnavian melalui Instruksi Nomor 11 Tahun 2022. Disebutkan, Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Bupati/Wali Kotamenerapkan PPKM Level 1 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan Pulang Pisau (Pulpis).
Sedangkan Barito Selatan (Barsel), Barito Timur (Bartim), Barito Utara (Barut), Murung Raya (Mura), Gunung Mas (Gumas), Seruyan, Lamandau, Sukamara, mendapat instruksi PPKM Level 2. Sementara 4 wilayah lainnya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kapuas, Katingan dan Kota Palangka Raya, menerapkan PPKM Level 3.
Menanggapi Instruksi Mendagri tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Duwel Rawing mengatakan tingkat penularan Covid-19 varianOmicrontergolong cepat. Berdasarkan data tim penanggulangan Covid-19 Kalteng, banyak masyarakat yang telah terinfeksi meskipun dampak darivirus varian Omicrontidak separah varian sebelumnya.
“Memang pada dasarnya kebijakan PPKM bisa diberlakukan apabila tingkat penularan Covid-19 disuatu wilayah cukup tinggi dan berdasarkan data yang dirilis oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, cukup banyak masyarakat yang terinfeksi virus Corona varian Omicron. Sebenarnya kita mendukung kebijakan PPKM tersebut, namun harus memerhatikan tetap sejumlah aspek, salah satunya yaitu dampak ke sektor ekonomi masyarakat,” ucapDuwel, saat dibincangi Tabengan di gedung dewan, Senin (15/2).
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I meliputi Kabupaten Katingan, Gumas dan Kota Palangka Raya ini juga menjelaskan,perekonomian masyarakat khususnya di Bumi Tambun Bungai masih dalam masa pemulihan setelah sebelumnya gelombang kasus Covid-19 varian Delta membuat perekonomian menjadi terpuruk.
Karena itu, perlu adanya solusi apabila pemerintah ingin kembali menerapkan PPKM Level 3, terutama bagi masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya melalui penghasilan harian.
“Mengingat tingginya penularan virus varian Omicron, kita setuju apabila sejumlah daerah diberlakukan PPKM Level 3, namun karena varian Omicron tidak separah varian Delta, harus ada solusi sehingga ekonomi masyarakat bisa tetap berjalan dan bangkit,” pungkas politisi dari Fraksi PDI Perjuangan.
Covid-19 di Kalteng Mengkhawatirkan
SatgasPercepatan Penanganan Covid-19 Kalteng mengeluarkan data perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Kalteng, Kamis, yang rilis oleh Media Center Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng, jumlah akumulasi data sampai dengan saat ini, pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kalteng bertambah sebanyak 459 orang dengan total kasus mencapai 49336 orang pasien dinyatakan sembuh sebanyak 103 orang dan pasien dinyatakan meninggal dunia sebanyak 1 orang atau dengan tingkat kematian Case Fatality Rate (CFR) 3,4 persen.
Indonesia Bertambah 63.956
Pemerintah melaporkan tambahan kasus positif Corona hari ini sebanyak 63.956 kasus. Daerah paling banyak melaporkan tambahan kasus harian adalah Jawa Barat sebanyak 16.251.
Data sebaran kasus Corona ini dipublikasikan Humas BNPB, Kamis. Data kasus Covid-19 diperbarui setiap hari per pukul 12.00 WIB.
Adanya penambahan kasus 63.956, sehingga total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 5.030.002. Sebanyak 469.868 adalah kasus aktif.
Pemerintah juga melaporkan kasus sembuh sebanyak 39.072. Dengan demikian, total pasien Corona yang sembuh hingga hari ini sebanyak 4.414.306.
Sementara itu, sebanyak 206 pasien Corona meninggal dunia dalam 24 jam terakhir sehingga total kasus kematian akibat Covid-19 menjadi 145.828 kasus.nvd/mmck/d.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.