1.306 Warga Kalteng Terpapar Covid-19

Foto ilustrasi-the colour of art/burung enggang dayak vector/Ade Mulyana & Dinni Tresnadewi

*Pengawasan Isoman Diperkuat
PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng mengeluarkan data perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Kalteng, Senin (14/2). Berdasarkan data yang rilis oleh Media Center Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng, jumlah akumulasi data sampai dengan saat ini, pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kalteng bertambah sebanyak 155 orang dengan total kasus mencapai 48197 orang pasien dinyatakan sembuh sebanyak 62 orang dan pasien dinyatakan meninggal dunia sebanyak 0 orang atau dengan tingkat kematian Case Fatality Rate (CFR) 3,4 persen.
Kasus sembuh Covid-19 di Kalteng mengalami penambahan sebanyak 62 orang dalam 24 jam terakhir. Dengan adanya penambahan tersebut, kasus sembuh Covid-19 mencapai 45.296 orang saat ini. Sebanyak 62 orang yang baru dinyatakan sembuh yaitu warga asal Palangka Raya 33 orang, Katingan 3 orang, Kotawaringin Timur 13 orang, Kotawaringin Barat 5 orang, Kapuas 2 orang, Barito Selatan 1 orang dan Barito Timur 5 orang.
Konfirmasi baru mengalami penambahan sebanyak 155 orang dalam 24 jam terakhir. Dengan adanya penambahan tersebut, total kasus konfirmasi mencapai 48.197 orang saat ini.
Sebanyak 155 orang konfirmasi baru yaitu warga asal Palangka Raya 73 orang, Katingan 14 orang, Kotawaringin Timur 5 orang, Kotawaringin Barat 4 orang, Seruyan 3 orang, Pulang Pisau 3 orang, Kapuas 46 orang, Gunung Mas 1 orang, Barito Selatan 3 orang, Barito Timur 1 orang dan Barito Utara 2 orang.
Dari 48.197 orang kasus konfirmasi yang dilaporkan yakni 45.296 orang sudah dinyatakan sembuh, 1.595 orang meninggal dunia dan sisanya sebanyak 120 pasien konfirmasi yang masih menjalani perawatan di sejumlah RS rujukan Covid-19 di Kalteng. Pasien Covid-19 yang menjalani perawatan mengalami penambahan sebanyak 4 orang dalam 24 jam terakhir. Jadi 48.197 (kasus)-45.296 (sembuh)-1.595 (meninggal) hasilnya adalah 1.186 (Isoman)+120 (dirawat di rumah sakit) jadi kasus aktif di Kalteng saat ini adalah 1.306 orang.

Pengawasan Diperkuat
Sejak 1-13 Februari 2022, kasus Covid-19 di Kota Palangka Raya alami lonjakan yang signifikan. Tercatat ada 657 kasus konfirmasi positif, 8 kesembuhan, dan 682 orang yang saat ini tengah dalam perawatan, baik warga yang isolasi mandiri (isoman) maupun dirawat di rumah sakit.
Camat Pahandut Berlianto mengatakan, warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 sampai 13 Februari ada 206 jiwa. Warga tersebut tersebar di 4 kelurahan, 91 kasus di Kelurahan Langkai, 80 kasus di Kelurahan Panarung, 28 kasus di Kelurahan Pahandut dan 7 kasus di Kelurahan Tanjung Pinang.
“Total ada 76 RT dari 260 RT se-Kecamatan Pahandut yang warganya terpapar Covid-19. Sebaran per RT, di Kelurahan Langkai ada 32 RT, di Panarung ada 26 RT, di Pahandut ada 14 RT dan Tanjung Pinang ada 4 RT,” kata Berlianto kepada Tabengan, Senin (14/2) pagi.
Dari 206 kasus positif di wilayahnya, lanjut Berlianto, 191 orang atau 92,72 persen warganya menjalani isoman di rumah masing-masing. Sedangkan 15 orang atau 7,28 persen kini mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Tim Satgas Kecamatan dan Kelurahan saat ini masih aktif memperkuat pemantauan terhadap warga kita yang isoman, bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pahandut, Panarung dan Marina Permai. Alhamdulillah setiap hari selalu ada progres warga yang mengabarkan kami jika kondisi mereka semakin membaik,” bebernya.
Berlianto menuturkan, tidak ada prasyarat khusus bagi warga yang ingin melakukan isoman. Sebab, kali ini memang gejala yang dirasakan warga terpapar Covid-19 hanyalah gejala ringan, bahkan tidak bergejala. Namun, untuk pemantauan dan pengecekan kesehatan warga, Tim Satgas di setiap kelurahan sudah siaga dengan call center yang dapat dihubungi warga kapan saja.
“Bagi yang bergejala berat, memiliki komorbid dan berusia lanjut memang kami arahkan untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit,” ucapnya.
Di sisi lain, Berlianto menegaskan jika Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Pahandut bersama dengan kecamatan lain serta Tim Satgas Gabungan Kota Palangka Raya, masih aktif melakukan pengawasan terhadap titik-titik keramaian, tempat hiburan malam, dan tempat pelaku usaha. Hal tersebut sebagai upaya penegakan terhadap disiplin protokol kesehatan (prokes) 5 M.
“Sepanjang akhir pekan kemarin, kami sudah menyisir sejumlah THM dan kafe-kafe utamanya di sekitaran Kecamatan Pahandut. Kami akui sebagian THM ada yang taat aturan prokes dan batas jam operasional, ada yang tidak. Pun demikian dengan kafe-kafe, ada yang taat ada juga yang masih lalai,” ungkap Berlianto.
Namun sejauh ini, diakuinya sanksi yang diberikan kepada pengelola tempat usaha yang melanggar aturan masih sebatas teguran lisan maupun tertulis. Untuk menindak secara tegas dengan memberikan sanksi denda administrasi maupun rekomendasi penutupan tempat usaha, adalah sanksi tertinggi dan terberat apabila yang bersangkutan melakukan pelanggaran aturan secara sadar berkali-kali.
“Karena fokus kami dalam operasi yustisi adalah bagaimana membangun kesadaran akan bahayanya virus Covid-19 serta pentingnya menerapkan disiplin prokes, dengan sosialisasi dan edukasi. Tapi jika pelaku usaha masih membandel, maka Tim Satgas Gabungan juga memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi terberat tersebut dengan tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. rgb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.