Hukrim  

Sopir Tersangka, Pemilik Kayu Ulin Belum Ditangkap

TABENGAN/IST DIAMANKAN - Balai Gakkum Kalimantan mengamankan satu orang pelaku tindak pidana peredaran hasil hutan di Seruyan, belum lama ini.

* Balai Gakkum Tangkap Truk Angkut Kayu Ulin
PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Jajaran Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Kalaweit Seksi Wilayah I Palangka Raya Balai Gakkum KLHK Kalimantan, mengamankan satu orang pelaku tindak pidana peredaran hasil hutan di Desa Asem Baru Kecamatan Danau Seluluk Kabupaten Seruyan, Jumat (11/2).
Kepala Balai Gakkum KLHK Seksi I Wilayah Palangka Raya Irmansyah menuturkan, pengamanan yang dilakukan di Jalan A Yani Km 166 Desa Asem Baru itu, merupakan operasi pengamanan dan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan.
“Pelaku berinisial As (28) mengemudikan truk yang membawa kayu olahan jenis ulin, dengan jumlah sekitar kurang lebih 200 keping atau sama dengan 8 mm kubik,” ujarnya kepada Tabengan melalui press rilis. Selain itu, kayu-kayu tersebut juga tidak dilengkapi dengan dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH).
Pihaknya juga mengamankan satu unit Truck kabin warna kuning, yang saat ini ditempatkan di Kantor Balai Gakkum KLHK Seksi Wilayah I Palangka Raya. Irmansyah juga menambahkan, ketika penangkapan dilakukan, pelaku mengangkut kayu yang tidak disertai surat keterangan hasil hutan. Ketika dimintai keterangan oleh petugas, As mengaku mengangkut kayu jenis Ulin tanpa adanya dokumen.
Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal yaitu, ng perseorangan yang dengan sengaja: mengangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (1) huruf b jo pasal 12 huruf e Undang-undang RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan; dan/atau Orang perseorangan yang dengan sengaja: melakukan pengangkutan kayu hasil hutan tanpa memiliki dokumen yang merupakan surat keterangan sahnya hasil hutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah sebagaimana dimaksud Pasal 88 ayat (1) huruf a jo pasal 16 Undang-undang RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.
“PPNS SPORC Balai Gakkum saat ini masih melakukan pengembangan kasus dan terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus peredaran hasil hutan di Jalan A Yani Km 166 Desa Asem Baru Kecamatan Danau Seluluk Kabupaten Seruyan,” pungkasnya. drn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.