Iming-iming Kasih Uang, Pria Paruh Baya di Pulpis Tega Cabuli Anak Umur 11 Tahun

PULANG PISAU/TABENGAN.COM – Pria paruh baya, inisial M (59) warga Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau tega berbuat bejat terhadap anak di bawah umur. Aksi bejat pelaku diketahui warga, usai melancarkan aksinya untuk ketiga di warung milik anak pelaku, Sabtu 12 Februari 2022, pukul 04.30 Wib.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Kurniawan Hartono SIK melalui Kasi Humas Polres Pulpis AKP Daspin SE mengatakan, kronologis peristiwa memilukan ini Sabtu 12 Februari 2022 sekira pukul 04.30 wib sepulang dari shalat subuh di masjid, pelaku menemui korban Mawar (11) yang tiada lain adalah tetangga pelaku yang masih berusia 11 tahun. Lalu pelaku berkata “AYO KITA KE WARUNG” dan korban sudah mengerti maksud pelaku untuk melakukan persetubuhan, karena pelaku sebelumnya sudah 2 (dua) kali melakukan persetubuhan dengan korban dengan di iming-imingi uang sebesar Rp. 20.000 dan Rp. 50.000,- selanjutnya pelaku membawa korban ke warung milik anak pelaku.

Lalu pelaku dan korban masuk ke dalam warung, dan pelaku menyuruh korban untuk membuka celana dalam dan berbaring dikasur, lalu pelaku menyetubuhi korban. Pada saat pelaku sedang melakukan persetubuhan, dari pintu samping warung ada yang mengetuk pintu dengan keras, lalu pelaku terkejut dan memasang celana dalam dan celana panjang lalu pelaku membuka pintu warung dan di luar warung sudah banyak warga, lalu pelaku di bawa ke tempat ketua RT, dan pada saat itu datang ibu korban dan menanyakan kepada pelaku bahwa pelaku telah melakukan persetubuhan terhadap anaknya yaitu anak korban sebanyak 3 (tiga) kali. Selanjutnya pelaku di bawa ke Polres Pulang Pisau untuk mempertanggung jawabkan perbuatan, atas laporan ibu korban.

“Modua pelaku yang merupakan tetangga korban ini, merayu anak korban untuk melakukan persetubuhan dan di iming-iming uang saku sehingga anak korban mau melakukan persetubuhan,” ujar Daspin.

Barang Bukti (BB) yakni1 (satu) lembar pakaian baju rok panjang warna merah muda, 1 (satu) lembar celana pendek warna abu-abu, 1 (satu) lembar celana dalam warna ungu, 1 (satu) lembar baju kain seragam muslim panjang warna putih, dan 1 (satu) lembar celana kain panjang warna putih.

Atas perbuatannya, pelaku ditetapkan sebagai Tersangka, dengan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang Jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. c-mye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.