Omicron Terbaca Masuk Kalteng Sejak Akhir Desember 2021

ISTIMEWA TERDETEKSI - mBioCoV-19, alat uji PCR CoVid-19, dapat mendeteksi varian Omicron dengan akurasi 100%, dari sampel yang telah diujikan.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM-Varian Omicron kini mewabah juga di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Kasus infeksi Omicron di Kalteng diumumkan beberapa waktu lalu. Namun sebenarnya prediksi ahli epidemiologi varian baru dari virus corona ini sudah masuk di Bumi Tambun Bungai pada Desember 2021.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalteng Rini Fortina SKM.,M.Kes

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalteng Rini Fortina SKM.,M.Kes menyampaikan, kasus pertama varian Omicron muncul pertama kali di Jakarta akhir November 2021. Mulai dari situ, seluruh Epidemiologi memprediksi bahwa varian tersebut akan dengan cepat sampai ke daerah-daerah.

“Kasus pertama muncul di Jakarta, kemudian ahli epidemilogi itu prediksi bahwa kasus akan dengan cepat sampai ke daerah termasuk Kalteng. Pola penularan muncul di jalur transportasi Jakarta ke kalteng. Kalteng itu mulai terbaca memang dari sekitar desember lalu,” kata Rini, Rabu (9/2).

Prediksi epidemilogi berbeda dengan klinis karena epidemilogi akan melihat risiko maupun potensi adanya penularan suatu penyakit itu, mulai dari jalur transportasi, perilaku masyarakat, tindakan atau respon pemerintah sampai risiko pelayanan kesehatan dan waktu penularan penyakit  semuanya di analisa. Definisi prediksi itu  peramalan sebelum muncul kasus.

Menurut Rini, memang kalau berhadapan dengan penyakit menular, harus bekerjasama semua untuk menahan kecepatan penularan. Kasus Covid-19 di Kalteng sempat nihil. Rini mengatakan komunikasi epidemiologi dengan satgas dan semua unsur sudah bekerja dengan baik dan ada datanya sesuai I mendagri per 14 hari itu bahwa di Kalteng memang kasusnya sempat tidak ada. Secara data dapat terlihat berapa testing yang harus di laksanakan oleh masing-masing daerah.  Komunikasi antar satgas terus berjalan. Dari tim epidemilogi setiap hari bekerja mendata sesuai data yang masuk setiap hari.

“Sempat kasusnya memang nol tapi sekali-sekali memang muncul 1 kasus. Seringnya dari orang yang tidak di vaksin, lansia dan komorbid. Itu yan terjadi selama kasus nol. Paling tinggi testing dari kota palangka raya lebih dari target capaian,” imbuh Rini.

Sementara itu terkait seberapa cepat penularan varian Omicron, Menurut Rini  kurang dari 14 hari.  Dari beberapa laporan di Jakarta dengan sampel banyak itu kecepatannya sekitar 5 sampai 7 hari sedangkan delta 14 hari. Rini meminta kepada masyarakat untuk tidak meremehkan varian Omicron, tetap menerapkan protokol kesehatan karena itu salah satu kunci keberhasilan menekan laju penularan, kemudian vaksin secara lengkap. yml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.