10 Hari, Ayam Hidup Tanpa Kepala

48
Ayam Hidup Tanpa Kepala

BANGKOK/tabengan.com – Seekor ayam dari Provinsi Ratchaburi, Thailand dipuji sebagai seekor ‘pejuang sejati’ karena bertahan hidup selama lebih dari sepekan setelah kepalanya dipotong. Ayam tersebut kini dipelihara oleh biksu-biksu yang memberinya makan dengan memompa makanan ke tenggorokannya dengan semprotan.

Ayam tanpa kepala itu pertama kali menarik perhatian dan menjadi pemberitaan surat kabar pekan lalu setelah foto dan videonya viral di media sosial Thailand, tetapi tidak ada yang benar-benar mengira ayam itu bisa hidup tanpa kepala.

Pengguna Facebook, Noppong Thitthammo adalah orang pertama yang berbagi cerita tentang unggas hebat itu, bersama dengan foto-foto yang menunjukkan sisa-sisa lehernya yang terpotong. Dia menulis bahwa dokter hewan di distrik Ratchaburi Mueang, Provinsi Ratchaburi telah merawatnya, memberinya makan dengan meneteskan makanan di lehernya dan memberinya antibiotik untuk mencegah infeksi luka-lukanya.

“Hewan itu memiliki hidupnya. Jika dia ingin hidup, kami memberinya makan, ” kata Supakadee Arun Thong, dokter hewan yang mengadopsi ayam tersebut sebagaimana dilansir Oddity Central Senin (2/4).

Tidak ada yang tahu bagaimana ayam itu kehilangan kepalanya, meskipun banyak yang menduga bahwa dia telah diserang oleh hewan pemangsa. Terlepas dari penyebabnya, semua orang setuju bahwa kehilangan kepala seharusnya terbukti fatal, tetapi ayam itu menolak untuk mati. Dan bukan hanya itu masih hidup, tetapi juga bisa berdiri dan berjalan tanpa tujuan.

Pada awalnya, banyak yang berpikir bahwa semuanya adalah tipuan, dan foto-foto ayam tanpa kepala telah direkayasa, tetapi kemudian video itu mulai melakukan menyebar di dunia maya dan mulai dilaporkan oleh media-media internasional.

Uniknya, ayam itu bukanlah ayam pertama yang berhasil bertahan hidup tanpa kepala. Mike, seekor ayam tanpa kepala pernah menjadi sensasi antara 1945 sampai 1947 setelah dia bertahan hidup selama 18 bulan kepala. Sama seperti ayam dari Thailand ini, Mike juga awalnya dianggap sebagai hoax sampai sang pemilik membawanya ke University of Utah di Salt Lake City untuk dikonfirmasi.o-zon

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here